5 Cara Mendidik Anak Agar Mandiri

5 Cara Mendidik Anak Agar Mandiri

“Yeaaay..seneng deh punya anak masih unyu-unyu 6 tahun dan 4 tahun masih dalam tahap membentuk pribadi mereka. Pribadi mandiri akan memudahkan mereka sendiri menghadapi masa datang,” demikian sepenggal kalimat dari Ayu, seorang ibu rumah tangga yang bangga punya 2 anak kecil yang sudah mandiri.

Tahukah Anda? Ternyata orangtua khususnya ibu sudah harus mulai membiasakan anak menjadi mandiri sejak usia dini, mengapa? Karena manfaat memberikan kemandirian pada anak akan mendorong mereka kelak menjadi pribadi yang kuat menghadapi arus kehidupan serta bisa bertanggungjawab pada keluarga, terutama membantu orangtua yang membesarkannya.

Beberapa cara di bawah ini bisa Anda terapkan untuk membuat anak menjadi cerdas, berikut ulasannya:

  1. Memberikan Kepercayaan Pada Anak

Memberikan kepercayaan pada anak sejak dini, bisa membuat anak tumbuh sebagai orang yang akan bertanggung jawab, baik pada keluarganya sendiri, maupun pada orang lain.

Ade Dilina Putri, seorang IRT yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Yogyakarta menceritakan bagaimana tanggung jawab suaminya kepada keluarga, hal itu tak lepas karena didikan yang baik dari ibu mertuanya.

“Benar banget. Kalo anak mandiri sejak dini ke sananya lebih gampang. Kayak suamiku yang sekarang tidak berat buat bantuin istrinya. Karena pas kecilnya sudah terbiasa membantu orang tua,” pungkasnya.

  1. Konsisten itu Penting

Sebuah proses tanpa harus disertai dengan konsistensi hal itu bisa mustahil meraih sukses. Oleh sebab itu untuk membuat anak menjadi mandiri sejak dini maka sangat dibutuhkan konsistensi.  Karena konsistensi adalah nilai yang harus ada dalam sebuah perkembangan anak.

Konsisten itu perlu, karenanya orangtua harus membudidayakan kebiasaan tersebut dan menularkannya kepada anak.

  1. Memberikan Motivasi Pada Anak

Hal yang harus orang tua lakukan agar anak bisa tumbuh secara mandiri adalah memberikan motivasi yang kompak antara orangtua dan anak. Karena menjalin kerukunan dalam keluarga merupakan dorongan yang paling bagus untuk perkembangan anak.

Kedua belah pihak harus saling mendukung, baik bapak maupun ibunya. Kalau malah salah satu masih memanjakan ya tidak akan jadi.

  1. Selalu Memberikan Apresiasi

“Nama saya Ika Puspitasari, Anak pertama saya mulai diajarkan mandiri sejak kecil, nggak cuma itu sih, ketika masuk usia sekolah dasar sudah bisa membantu pekerjaan saya di rumah. Sekarang ketika dia sudah remaja, dia cakap mengerjakan apa-apa sendiri,” tutur seorang karyawati swasta.

Itu semua berkat apresiasi yang selama ini dilakukan Ika pada anaknya, setiap kali ia mengerjakan sesuatu yang baik, terutama ketika dia membantu ibunya,  akan ada hadiah yang diterima, biasanya ia mengajaknya berakhir pekan, tak lupa dengan kebutuhan gizi lainnya.

  1. Menjadi Keluarga yang Teladan

“Memberi teladan yang baik kepada anak itu kadang gampang-gampang susah. kadang kalau kita suka nggak sadar keluar kata-kata kasar itu, duh gawat banget, bisa ditiruin  sama anak.” (Ike Yuliastuti).

Tapi ketika kita mengalami hal yang tidak di inginkan di depan anak, segeralah mendekatkan diri dan menjelaskan kenapa seorang ibu berprilaku demikian. Karena seorang ibu harus menjadi guru utama dari kehidupan anak.

Jangan sampai pada akhirnya ibu salah mendidik anak, sehingga ia tidak bisa menjadi tauladan yang baik dalam rumah tangganya.

Comments

Close Menu