9 Cara Menghadapi Anak Cengeng

9 Cara Menghadapi Anak Cengeng

“Bunda, tanya nih. Gimana ya cara menghadapi anak yang cengeng? Ini anakku kok dikit-dikit nangis…” tanya seorang Bunda padaku.

Apakah Bunda juga mengalami masalah yang sama..?

Bagiku tentu wajar bila anak usia balita itu mudah menangis. Karena memang ia belum bisa mengengkspresikan emosi dan berkata dengan jelas. Yang bisa ia lakukan adalah: menangis.

Inilah yang sering dianggap anak cengeng. Beberapa ibu ingin anaknya yang usianya masih balita sudah setangguh orang dewasa. Tentu itu tidak bisa terjadi.

Maka, bila ada yang bertanya padaku bagaimana strategi menghadapi anak yang cengeng.

Pertama, aku selalu mengatakan kepadanya sebuah prinsip yang mesti ia pahami. Bahwa jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan.

Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Bunda mesti tenang dalam menghadapinya.

Kedua, ketika anak menangis, Bunda jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam. Memarahi anak yang menangis tak akan pernah menyelesaikan masalah. Malah anak akan makin kencang nangisnya. Pun jangan memaksanya untuk diam. Tapi dekatilah anak, peluk dia, dan tanyakan padanya apa yang menggangunya.

Ketiga, saat anak menangis, sebaiknya ajaklah ke tempat lain. Bila anak menangis di tengah keramaian, Bunda bisa mengajak anak ke tempat yang lebih aman untuk menenangkan diri. Tanyakan pada anak kenapa ia menangis. Hindari menggunakan kata-kata kasar, dan jangan mengancam akan meninggalkan anak jika ia tidak berhenti menangis.

Keempat, berikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas. Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Bunda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan.

Kelima, tahukah bunda bahwa menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

Karena itu, bila Bunda merasa anaknya cengeng, berikanlah padanya rasa aman dan dukungan.

Keenam, jangan lagi menakut-nakuti anak terhadap suatu hal. Anak gak mau tidur, janganlah Bunda takut-takuti dengan “nanti digigit kecoa lho…” Ini hanya akan membuat anak ketakutan dan membuatnya merasa rendah diri.

Ketujuh, hindari meredakan tangisan dengan memberikan apa yang diinginkan oleh anak.

Meredakan tanagisan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah.

Kedelapan, cobalah berbagai hal yang bisa digunakan untuk mengajarkan anak mengendalikan emosinya. Misalnya saja bermain berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

Kesembilan, jika anak menunjukkan tanda-tanda di luar batas kewajaran, jangan ragu untuk meminta pendapat dokter anak atau psikolog.

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Bunda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak.

Itulah sembilan cara yang bisa aku bagikan. Aku dapatkan dari berbagai referensi. Semoga bisa membantu.

Namun, bunda tak perlu ragu untuk mengatasi anak yang susah makan dengan cara yang bisa dibaca disini.  Cara Agar Anak Lahap Makan 

Anak susah makan bisa mengganggu tumbuh kembangnya. Jangan membiarkan hal itu berlangsung terlalu lama ya.

Yang pasti, setiap anak selalu punya persoalan yang berbeda. Setiap anak itu unik dan istimewa. Karena itulah menjadi orang tua artinya terus belajar tanpa henti. Dan yang jelas, jangan lupa untuk menikmati proses mengasuh anak dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Happy parenting yaa… ^_^

Oleh: Rini Kusuma, asal Jogja.

— –

Ikuti Tutur Mama di LINE@, Klik aja di Line@ Tutur Mama.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu