Agar Anak Tak Kehilangan Semangat Usai Kalah Dalam Perlombaan

0
1299
anak kalah lomba

Salah satu dunia anak adalah dunia berlomba. Apapun jenis lomba yang anak ikuti. Sebagaimana semua lomba, setiap peserta berharap dirinya jadi pemenang. Namun tentu saja tidak semua peserta bisa menang. Beberapa anak tidak menang, itu artinya dia kalah.

Kita juga ingin melihat anak menang. Rasanya bangga melihat anak menang. Tetapi jika ia kalah, orang tua adalah sosok pertama yang harus mampu menghibur dan menjaga semangatnya. Jangan sampai gara-gara kalah satu kali, anak kemudian tidak mau lagi ikut sepuluh lomba lainnya. Sebab tidak ada jaminan bahwa kalah sekali akan terus kalah dalam sepuluh lomba lainnya. Bisa saja, ia justru menang di lomba yang lain. Kalah menang itu hal yang sangat biasa dalam setiap lomba.

Hargai Usaha Keras Anak

Sebelum ikut lomba anak pasti sudah melakukan usaha sebaik yang ia mampu. Jika ternyata hasil berkata lain, maka besarkan hatinya dan hargai usahanya.

Orang tua berperan penting dalam menguatkan anak. Tekankan pada anak, bahwa yang paling penting bukanlah hasi melainkan proses dan usaha. Meski kalah lomba, ia tetap juara di hati orang tua.

2. Mengerti Arti Kekalahan

Kekalahan adalah hal yang sangat lumrah dalam setiap perlombaan. Jika anak mengalami kalah, ia harus paham betul apa arti kekalahan. Ya, kekalahan bukan akhir dari segalanya sebab esok ada kemungkinan ia akan menang. jaga semangat anak agar tetap berusha.

Lebih dari itu, kekalahan bisa menjadi batu loncat untuk menjadi lebih baik. Tentu saja itu bisa terjadi jika Anda memberi nasehat yang tepat pada anak.

3. Memberi Waktu untuk Meluapkan Perasaan

Bagaimanapun, kekalahan menyisakan perasaan yang tidak enak. Entah kesal, marah pada diri sendiri atau lainnya. Hal itu membutuhkan penyaluran agar perasaan itu terlampiaskan dan membuat anak lega.

Beri anak waktu untuk menangis, memasang muka cemberut, menendang udara, atau mencakar tembok. Biarkan saja sejenak selama itu wajar dan tidak membahayakan.

Jika sudah lega, beri ia motivasi penyemangat. Kembalikan mood anak jadi semakin kuat.

4. Memberi Kesempatan Lain

Jangan pernah menutup pintu kesempatan bagi anak. Jika anak kalah dalam sebuah pertandingan, maka beri kesempatan lain kali untuk mencoba. Bukan malah memarahi anak dan mengatainya sebagai anak tidak berbakat. Itu sungguh kejam.

Jangan sudutkan anak. Jangan pernah menyudutkan anak yang kalah. Luaskan hatinya.

5. Mengerti Kelemahan Diri

Setelah perlombaaan usai dan anak kembali ke rumah. Ajak ia berbicara dari hati ke hati. Semacam evaluasi diri. Tentu dengan pendekatan yang halus dan komunikatif.

Arahkan anak untuk belajar mengakui sesuatu yang kurang dari dirinya. Ini bagus sebagai bahan pembelajaran mengenal potensi dan kelemahan diri. Kelemahan bukan sesuatu yang paten, ia bisa diperbaiki asalkan ada usaha.

Nah, kekurangan anak yang ia sadari sedniri adalah titik yang bisa dijadikan pemicu daya ledak dalam memperbaiki kekurangan diri. kekalahan justru akan membuatnya jadi anak yang lebih hebat di masa depan nanti.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here