Agar Omongan Ibu Mudah Diterima Anak

1
479

Banyak orang tua mengeluh bahwa perkataanya tidak didengar oleh anaknya. Bahwa nasehat yang ia ingin anak dengarkan, cuma masuk lewat telinga kiri dan keluar lewat telinga kanan.

Sebegitu sulitkah memberi nasehat pada anak?

Padahal kan cuma ngomong doang. “Hey, Nak.. Kalau bicara sama orang tua gak boleh sambil berteriak yaa,” misalnya begtiu.

Mudah bukan? Saya yakin siapa saja bisa melakukannya. Anak akan manggut-manggut mendengarkan, sambil berkata, “Iya, Bunda.. Saya dengar dan patuh.”

Apakah kenyataannya begitu? Tanyakan saja pada mamah-mamah muda itu, saya yakin jawabnya adalah; tidak.

Sekadar ngomong memang mudah, tapi ngomong sebuah omongan yang menghujam dan bakal di ingat di hati anak bukan soal gampang.

Maka tak heran bila banyak ibu yang merasa omongannya tak didengar anak, lalu ia berubah menajdi marah-marah pada anaknya. Tak heran banyak orang tua yang galak, memukul, membentak, yang sebenarnya tujuannya cuma satu; agar omongannya dituruti oleh anak.

Duh, tapi bukankah kita tak ingin jadi orang tua yang seenaknya memukul anak bukan? Kita ingin jadi orang tua yang ngomong lembut saja, nasehat itu sudah dilakukan oleh anak.

Sikap anak menjadi baik.

Lantas bagaimana cara agar omongan atau nasihat ibu itu mudah diterima anak? Nah, Ibu Widyaningrum, seorang guru sekolah dasar yang tinggal di Solo sekaligus penulis artikel-artikel parenting, memberikan tips yang mudah dilakukan oleh para orang tua saat memberi nasehat pada anaknya.

Apa saja?

Pertama, nasihatilah mereka, ketika hati mereka sedang lapang atau senang. Jangan memberi nasihat ketika mereka marah atau menangis, karena itu akan sia-sia.

Kedua, ingatkan selalu, jangan pernah bosan. Apabila nasihat itu belum mereka laksanakan.

Ketiga, nasihat juga bisa kita sampaikan lewat cerita perjuangan ataupun buku-buku penumbuh budi pekerti.

Keempat, nasihat disampaikan dengan sikap dan perilaku kita. Orangtua dan pendidik (guru) adalah model bagi anak atau siswanya.

Kelima,  nasihat kita sampaikan dengan ilmiah, contohnya ketika kita menasihati tentang adab makan dan minum harus duduk. Kita sampaikan kepada mereka bahwa makan dan minum dengan duduk membuat kerja ginjal jadi maksimal karena racun tersaring dengan baik. Bukan dengan menakut-nakuti anak dengan kebohongan.

Bunda, menasehati bukan menakuti anak.

Kalau anak susah makan, selain perlu di nasehati berbagai manfaat makan yang bergizi, Ananda juga perlu diberikan nutrisi alami penambah nafsu makan anak. Bisa dibaca saja disini ulasannya yaa Cara agar anak lahap makan.

Happy Parenting yaa… ^_^

.

.

.

.

.

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

Comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.