Aku Selingkuh dengan Mantan karena Suami Nggak Perhatian Part 2

Published by Fikriyatul Islami Mujahidah on

Tuturmama Suami nggak perhatian, di selalu sibuk dengan pekerjaan dan menganggap aku hanya pajangan di rumah. Akhirnya aku memilih selingkuh dengan mantan karena alasan itu.

Di cerita sebelumnya sudah kupaparkan bagaimana suami memperlakukanku begitu berbeda setelah aku tidak lagi bekerja. Hari demi hari kulali dengan terasa begitu kelam.

Berat sekali rasanya saat beban rumah tangga memenuhi pundak. Sementara suami yang kuharapkan mampu menjadi sandaran justru mengabaikan dan menyaikitiku tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Sempat berusaha sabar

Dengan perlakuan yang seperti itu, aku masih berusaha sabar. Selaku istri aku ingin menerima perlakuan suamiku dengan ikhal, aku ingin menjadi istri yang baik seperti kata orang-orang.

Suami tidak lagi memberitahu gajinya padaku dan aku hanya diam. Aku juga tidak mencecarnya dengan banyak pertanyaan. Aku bahkan tidak menyalahkan sikapnya.

Uang belanja pun kini ia yang mengatur. Aku hanya mendapat jatah secukupnya untuk belanja dan membeli keperluan anak. Suamiku tercinta itu, bahkan tidak memberiku uang untuk membeli kebutuhan pribadi.

Aku sabar meski tidak membeli lipstik untuk diriku. Aku juga bersabar meski tidak membeli baju baru. Saat bercermin, aku merasa sepuluh tahun lebih tua dari usiaku sendiri, sangat berbeda dari saat aku bekerja dan mampu merawat diri sendiri tanpa menunggu uang dari suami.

Untuk sementara, kugunakan uang tabunganku sendiri untuk keperluan diri. Namun karena penghasilan yang tak pasti, uang tabungan itu pun semakin lama semakin menipis. Hanya sabar yang kini dapat kulakukan dalam menghadapi suami yang seperti itu.

Mencapai Puncak Kesedihan

Kesabaran manusia ada batasnya, mungkin itu yang dapat aku ungkapkan sekarang menghadapi suami nggak perhatian.

Setelah melewati kesabaran-kesabaran yang menguras emosi dan tenaga, pada akhirny aku mencapai batas kemampuanku. Bagaimana tidak? Sikap suami yang aku cintai itu, semakin hari semakin menjadi-jadi.

Yang pada awalnya hanya membatasi keuangan keluarga, kini ia juga membatasi segala hal. Aku bahkan tidak lagi diizinkan melihat handphonenya. Suamiku berkata bahwa kami seharusnya memiliki privasi masing-masing.

Meski ia pun menjadi tak acuh pada handphoneku, itu membuatku sangat sedih. Kami sekarang seperti dua orang asing yang tinggal dalam satu rumah. Suami hanya menyapa anak sesekali, tanpa menyapaku. Ia menganggapku tidak ada atau bahkan tidak penting.

Saat kuungkapkan perasaanku, ia pun hanya mengaggapnya angin lalu. Mengabaikanku seoalah bukan apa-apa.

Oh, suamiku. Apa kau begini karena aku tidak lagi bekerja?

Apa kau begini karena menganggapku sudah tidak lagi bisa berbuat apa-apa?

Depresi yang Melanda

Sekian tekanan yang melanda diri pada akhirnya mengantarku ke jurang depresi. Setidaknya begitulah aku merasakannya.

Saat siang itu, kupandangi buah cintaku dengan Mas Bayu yang tengah tertidur lelap. Hidung bangir dan dagu menggemaskannya itu menurun dari Mas Bayu. Kulit putihnya menurun padaku, tampan sekali.

Namun segala yang menggemaskan darinya, tiba-tiba berubah menjadi hal yang mengesalkan. Bayi kecil itu, membuatku dadaku bergejolak penuh emosi.

Rasanya, kesal sekali.

Kutahan napas beberapa detik, entah apa yang kupikirkan saat ini.

Tapi aku ingin sekali membunuhnya, bayi itu.

Seandainya saja tak ada dia, mungkin aku bisa pergi dari lingkaran kejahatan Mas Bayu.

Seandainya tidak memikirkannya, mungkin aku bisa bekerja sehingga Mas Bayu tidak memperlakukanku seenaknya.

Ya. Ini semua gara-gara bayi itu, anakku!

Beriring napas menderu kencang, aku bangkit dari posisiku. Pelan tapi pasti, kudekatkan tanganku pada leher bayi yang tergeletak tidur.

Kusentuh leher lembutnya perlahan. Aroma bedak yang khas merebak ke arahku, membuat perut ini mual. Tak ada lagi kasih sayang tersisa dalam diri.

“Gara-gara kamu…” desisku penuh kesal.

Pelan, kutekan kedua jempolku pada leher bayi yang kulahirkan sendiri itu. Pelan, kepalanya mulai bergerak ke kanan dan ke kiri. Mungkin mulai merasakan sakit, atau merasa tak nyaman.

Aku tersenyum sinis, sekarang ia akan merasakan bagaimana sakit yang kurasakan selama ini.

Tersiksa.

Tercekik.

Hampir mati oleh keadaan.

Ia akan mati. Bayi yang menjadi penyebab kesengsaraanku ini akan mati.

Tangisnya mulai terdengar. Merengek kecil, bergerak tak nyaman.

Hingga akhirnya terdengar pecah tangis bayiku yang meraung kesakitan.

Aku tertawa pelan.

Maafkan Mama, Nak.

Semakin keras bayiku menangis dan merintih kesakitan, semakin keras pula aku tertawa. Perasaan puas menyelinap diam-diam dalam hati. Melihat bayiku menangis memohon, kebahagiaan ini seolah terasa semakin memuncak.

Aku bahagia tanpa sebab.

Aku bahagia di atas tangisan bayiku yang meraung kesakitan.

Sebelum akhirnya ia benar-benar lenyap dari dunia, sebuah teriakan dari luar rumah, membuyarkan segalanya.

“Paket!!!”

Aku tersentak. Kulepaskan genggaman tanganku dengan segera. Napas kami tersengal, aku dan bayiku, terengah-engah.

Apa yang telah kulakukan?!

Seketika kupeluk bayi malang yang masih menangis tersedak-sedak itu. Wajahnya merah, air matanya menitik tanpa henti, mulutnya terbuka lebar.

“Sayang, Nak, maafkan mama!” pekikku pelan, merintih memohon maaf sembari memeluk buah hati kami dalam pelukan.

Apa yang barusan telah kulakukan padanya?

Apa aku sudah gila?

“Paket!!!”

Teriakan kurir menggema dari luar rumah. Terdengar tepat di depan pintu.

“Paket, Bu!” teriaknya lagi.

Aku tahu kurir paket itu sudah buru-buru, tak sabar melanjutkan perjalannya mengirim banyak paket lain.

Segara aku beranjak dari atas ranjang. Sembari menggendong bayi kami penuh rasa bersalah, kulangkahkan kaki ke depan untuk mengambil paket.

Diam-diam kuucapkan terimakasih pada kurir paket itu. Jika ia tidak mengingatkan, mungkin nyawa bayi ini sudah melayang detik ini juga.

Baca Juga: Aku Selingkuh dengan Mantan karena Suami Nggak Perhatian

Sumber Gambar: freepik.com


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video