Pengalamanku saat Anak Kejang Demam, Jangan Panik!

Published by Azka Nurul Kamila on

Tuturmama – Aku pernah punya pengalaman saat anak kejang demam. Saat itu Sabtu pagi, kubangunkan si kecil lebih awal dari biasanya karena kami akan menghadiri acara sunatan.

Anakku yang baru berusia 1,5 tahun masih mengantuk, kelihatan lesu, dan tidak bersemangat. Suhu tubuhnya tidak seperti biasa, tapi aku malah memandikannya dengan air dingin.

Di tempat acara sunatan, si kecil tidak berani turun dari gendongan karena ada Kuda Renggong yang membuatnya ketakutan. Ia bahkan sudah kelihatan tidak nyaman sampai memelukku dengan erat. Suara musik dari rombongan Kuda Renggong terdengar sangat keras membuatnya takut.

Akhirnya kami pulang dan melihat rombongan Kuda Renggong yang lewat dari depan rumah saja. Tapi anakku minta turun dari gendongan dan melihatnya sendiri melalui jendela. Namun selang beberapa menit ia terjatuh.

Bergegeas aku menggendong dan memeluk anakku itu, suhu tubuhnya tinggi.

Gejala Awal Anak Kejang Demam, Suhu Tubuh Terus Naik hingga 40 Derajat

Saat aku cek dengan termometer, ternyata suhu tubuhnya sudah mencapai 38 derajat. Aku langsung memberikan obat penurun demam dan ASI, juga mengajaknya tidur siang. 

Anak Mama Sering Sakit? Ini Penyebabnya!

Menjelang sore hari, suhu tubuh anakku stagnan di angka 37.5 derajat. Setelah minum obat tadi siang pun tidak ada reaksi apapun. Padahal biasanya keluar keringat dan demam berangsur turun. 

Aku beri obat penurun panas lagi dan berharap empat jam kemudian demamnya turun. Sayangnya, hingga jam tujuh malam demam si kecil justru semakin tinggi bahkan hingga sampai 40 derajat.  Segera kuhubungi suami yang sedang di luar rumah supaya cepat pulang untuk mengantar kami ke klinik. 

Dari klinik kami mendapatkan obat penurun panas yang dimasukkan melalui dubur. Menurut dokter, obat tersebut paling cepat dan handal menurunkan demam pada anak.  Dokter juga meresepkan obat yang harus segera anak minum setelah nanti sampai di rumah.

Sesampainya di rumah, aku membaringkan anakku di kasur dan memberikan biskuit agar dia bisa segera minum obat lagi. Si kecil sempat tersenyum kepadaku sebelum hal terburuk yang paling aku takutkan saat anak demam terjadi. 

Aku sedang membuka botol obat dan menuangkannya ke sendok saat tiba-tiba anakku menggenggam biskuit itu dengan erat hingga remuk. Matanya juling ke atas, tangan dan kakinya kaku. Seluruh badannya kejang-kejang.

Melihat Anak Kejang Demam

Aku sempat terdiam beberapa detik mencerna situasi yang sedang terjadi, lalu tersadar bahwa anak kejang demam. Spontan aku berteriak memanggil suami yang memang kebetulan sedang tidak di kamar bersama kami.

Kena Syaraf, Anak Mati Kecanduan HP

Seketika kami berdua panik, linglung, dan kebingungan. Kami merasa solusi yang paling tepat saat itu adalah membawanya kembali ke klinik. 

Aku menggendong si kecil yang masih kejang demam naik kendaraan motor menuju klinik terdekat. Di perjalanan kami berdua berusaha memanggil nama si kecil, berharap ada respon, namun nihil karena ia tetap diam.

Setibanya di klinik, kami membuat heboh dan panik semua orang di dalam. Aku langsung menjelaskan bahwa anakku sedang kejang. 

Kami justru semakin panik karena dokter tidak ada. Bahkan asisten dokter justru sibuk menghubungi dokter untuk segera kembali ke klinik, bukan berusaha memberikan pertolongan pertama pada anak kami. 

Aku takut anakku semakin kritis karena setahuku anak kejang demam juga bisa merenggut nyawa jika tidak tepat dan cepat penanganannya. 

Akhirnya aku berusaha menenangkan diri sendiri yang sudah tidak karuan dan memanggil nama si kecil dengan tenang. Hingga akhirnya tubuh anakku yang semula kejang mulai melemah. Ia langsung menangis dan minta digendong, tidak lama kemudian dia tertidur di pangkuanku. 

Anak Kejang Demam Pertama, Langsung Dilarikan ke IGD 

Dokter datang menghampiri kami dan langsung memeriksa kondisi anakku. Beliau menyarankan kami membawa si kecil ke IGD karena persediaan obat anti kejang di klinik tersebut habis. 

Teruntuk Anak Pertama Mama

Sudah sekitar pukul sembilan malam, aku sempat bingung bagaimana cara kami pergi ke IGD terdekat yang jaraknya tujuh kilometer?

Aku sempat menyarankan kepada suami untuk memesan kendaraan online agar bisa naik mobil. Tapi pasti membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya kami nekad berangkat naik motor. 

Suamiku melepas jaketnya karena anakku hanya menggunakan kaos dan pospak saja. Sementara karena sangat panik aku tidak memakai alas kaki dan tidak peduli asalkan si kecil segera mendapatkan penanganan.

Sepanjang perjalanan si kecil tertidur sambil mengigau. Aku meminta suami mempercepat laju motor tapi tetap hati-hati karena khawatir anakku kembali kejang. 

Sesampainya di rumah sakit kami langsung membawa si kecil ke ruangan IGD. Setelah itu suami bergegeas ke ruangan administrasi, beruntungnya anakku sudah terdaftar di BPJS. 

Anakku sempat mendapat pemeriksaan dari perawat namun sayangnya RS ini penuh dengan pasien COVID-19 saat itu. Akhirnya perawat merujuk kami ke Rumah Sakit Anak (RSA) terdekat yang lebih aman merawat si kecil. Kami harus berkendara lagi sekitar tiga kilometer menuju RSA. 

Akhirnya anakku mendapatkan penanganan di IGD RSA. Aku sempat mendapat beberapa pertanyaan mengenai kondisi anak yang sebagian jawabannya aku ragukan benar karena lupa. 

Oh! Ternyata Begini Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak

Aku bisa menjelaskan dengan baik kapan si kecil mulai demam hingga obat apa saja yang sudah aku berikan. Tapi saat menjawab pertanyaan kapan waktu anak kejang, berapa lama durasinya, aku tidak yakin dengan ingatanku. Ini kejang pertama kali yang dia alami. 

Begini Pertolongan Pertama yang Tepat Saat Kejang Demam pada Anak

Perawat langsung memberikan edukasi singkat tentang penanganan ketika anak kejang demam. Dari sana aku tahu bahwa pertolongan pertama yang aku lakukan saat anak kejang sangat keliru.

Seharusnya ketika anak kejang, aku langsung meletakkannya di tempat yang datar dan posisikan anak tidur menyamping untuk mencegah tersedak saat kejang.  Jangan memanggil-manggil nama anak dengan panik, cukup mengucapkan kata-kata menenangkan yang membuat anak nyaman. 

Catat berapa lama anak mengalami kejang dan amati juga kondisi anak. Jika dia kesulitan bernafas, wajahnya menjadi pucat, dan kebiruan, ini menandakan anak kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan medis secepatnya. 

Pukul sepuluh malam, kami sudah ada di ruangan rawat inap. Anakku sudah diinfus dan aku pun mulai tenang karena si kecil sudah ada di bawah pengawasan dokter. Kurebahkan diri di samping si kecil sementara suami duduk di kursi. Kami mencoba istirahat sejenak setelah melalui momen yang cukup menegangkan. 

Kisah 44 Hari Kepergian Anak Surgaku

Dua jam kemudian, tepatnya pukul dua belas malam pospak anakku bocor, alhasil bajunya basah. Aku memanggil perawat berharap ada pospak dan baju yang tersedia namun tidak ada.  Terpaksa aku meminta suami pulang ke rumah sekaligus mengambil semua kebutuhan kami di sini. 

Suka Duka Mendampingi Anak Kejang Demam di RS

Pengalaman pertama bagi kami mendampingi anak di rumah sakit. Aku inisiatif membagi tugas dengan suami agar kami tidak terlalu capek. 

Bahkan setelah dua hari si kecil dirawat, kondisinya masih belum stabil. Demamnya naik turun dan masih rewel. Aku masih kuat mendampinginya karena akhir kebetulan sedang akhir pekan sehingga suami ikut membantu. 

Aku mulai merasa kelelahan setelah suami kembali bekerja. Tidak ada lagi yang menyiapkan makan siang dan malam, tidak ada yang bergantian menggendong anak. Bahkan sekadar BAK aku tahan sampai suami pulang kerja di malam hari. 

Si kecil juga sudah mulai bosan dengan keadaan. Hampir setiap jam dia meminta keluar ruangan bahkan menunjuk-nunjuk ke luar jendela sambil menangis, seringkali disertai tantrum. 

Aku kira di hari ke-tiga, dokter mengizinkan kami untuk pulang. Namun nyatanya harus bermalam lagi. Rasanya aku ingin menangis karena sudah lelah dan tidak betah. Suamiku pun sibuk bekerja, mertua dan saudara hanya berkunjung sebentar. 

Aku tetap mencoba bertahan sekuat tenaga karena jika bukan aku, siapa lagi yang bisa mendampingi si kecil di sini?

Aku Bukan Mesin Uang, Aku Juga Anakmu

Lelah Fisik dan Psikis

Lelah fisik dan psikis membuatku mudah emosi. Tidak mungkin aku meluapkan ke anak sehingga suami yang jadi korbannya. Aku tidak bisa berpikir jernih sampai masalah sedikit bisa jadi besar, yakni saat aku menghubungi suami melalui pesan WhatsApp. 

Aku kesal karena suamiku memilih lembur ketimbang menemani kami di RS. Ujung-ujungnya kami bertengkar karena aku merasa paling capek mengurus anak yang sakit. Sementara suami juga merasa tidak bersalah karena sedang menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga. 

Hari keempat aku berharap dokter mengizinkan kami pulang karena aku sudah tidak sanggup, badanku terasa remuk. 

Pagi hari dokter melakukan kunjungan pasien, harapanku dikabulkan. Kami mendapat izin pulang dan aku langsung menyelesaikan administrasi. Kuhubungi suami agar bersiap untuk menjemput kami pulang. 

Saat keluar dari gedung RSA, aku melihat anakku begitu bahagia karena akhirnya bisa menghirup udara segar. Begitupun aku yang juga ikut senang karena bisa istirahat dengan nyaman di rumah. 

Setibanya di rumah, di balik kesenangan ada cucian menumpuk dan rumah yang berantakan. Tapi aku mengabaikannya sejenak, yang penting anakku bisa kembali ke rumah ini dengan sehat. 

Aku berjanji akan lebih berhati-hati lagi memperhatikan kesehatan si kecil agar tak terjadi lagi anak kejang demam

Sumber Gambar: freepik.com


Azka Nurul Kamila

Push to the limits!

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video