Anak Takut Sama Dokter? Saya Mesti Bagaimana..

Anak Takut Sama Dokter? Saya Mesti Bagaimana..

Siang ini aku menerima pesan di inboks facebook. Seorang ibu sedang bingung. Anaknya ternyata takut pada dokter.

Katanya setiap kali anak diajak ke dokter ataupun bidan, ia selalu saja menangis. Dibujuk rayu anak itu tetap tidak mau. Padahal ia ke dokter untuk periksa. Kalau bukan ke dokter, saat ia sakit harus kemana lagi?

Aku sendiri sebenarnya belum pernah punya pengalaman phobia. Semenjak aku kecil sepertinya aku tidak takut pada apa pun. Takut sekali dalam arti phobia ya. Kalau takut sewajarnya, aku kira semua orang begitu bukan?

Misalnya saja takut dengan tikus. Bukan phobia tikus, hanya saja saat ada tikus lewat di depan kaki, entah kenapa refleks melompat. Takut dengan ketinggian. Bukan phobia, hanya saja kalau disuruh berdiri di tempat yang tingginya 30 meter lalu disuruh berdiri di tepinya, aku tidak akan mau. Namun aku suka melihat pemandangan dari ketinggian.

Artinya itu bukan phobia, namun takut yang sewajarnya.

Pengalamanku dengan anak-anak selama ini juga tak ada yang sampai phobia. Ada anak takut, iya, tapi bukan phobia. Seperti yang sudah ku bilang di atas.

Kalau mengatasi anak susah makan sudah sering aku jawab. Biasanya aku minta untuk membaca caranya saja disini  Cara Agar Anak Lahap Makan. 

Maka saat ada seorang ibu yang bertanya padaku bagaiaman caranya mengatasi anak phobia, tentu aku tak bisa langsung menjawabnya dengan tepat. Apalagi phobia sama dokter.

Tapi kau tahu satu hal bahwa phobia itu berasal dari rasa takut terhadap sesuatu. Mungkin dulu sewaktu kita kecil pernah takut terhadap sesuatu, misalnya saja takut gelap. Tapi seiring waktu rasa takut itu hilang.

Nah, anak yang diceritakan ibu itu padaku mungkin juga akan mengalami hal yang sama; ketakutannya sama dokter akan hilang seiring waktu. Namun kurang bijak juga bila hanya membiarkan phobia anak tanpa melakukan suatu usaha apa pun.

Setelah aku baca-baca beberapa artikel yang mengulas tentang phobia anak, ternyata pada balita phobia bahkan bisa muncul hanya karena hal-hal sepele. Seperti akibat melihat reaksi yang berlebihan dari orang-orang terdekatnya terhadap sesuatu.

Phobia bisa juga akibat ketidaktahuan dan imajinasi yang berlebihan, terutama pada anak usia sekolah, di mana pada fase ini anak akan menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Termasuk informasi yang bersifat irasional yang tidak mampu dicernanya, yang pada akhirnya hanya menimbulkan phobia anak.

Aku kutip dari situs asiaparents, bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai usaha untuk mengatasi phobia anak.

Pertama, mengenalkan anak pada sumber rasa takutnya. Berikan informasi yang banyak pada anak tentang apa yang menyebabkan ia takut. Ini persis seperti yang aku katakan pada ibu itu. Untuk mengatakan pada anak tentang seluk beluk dokter. Berikan gambar-gambar dokter yang lucu. Bisa juga sambil mewarnainya. Ceritakan pada anak tentang profesi dokter yang berjuang untuk menyembuhkan orang.

Kedua, melatih anak untuk mengatasi rasa takutnya. Ini harus dilakukan pelan-pelan. Bertahap. Ibu yang bertanya padaku itu ternyata sudah melakukannya. Dengan cara bermain peran dokter-dokteran.

Ketiga, memberikan dukungan penuh atas setiap usaha yang dilakukan anak. Mengatasi rasa takut bukan perkara mudah. Anak perlu di dukung. Di dorong dan dimotivasi.

Keempat, menciptakan kondisi nyaman pada anak. Membuat anak merasa nyaman, aman adalah faktor penting untuk mengatasi phobia. Perasan nyaman dan aman akan membuat anak lebih berani.

Kelima, jangan pernah merasa bosan. Sebagai orang tua maka tak boleh bosan untuk mengasuh anak dan mendidiknya. Bila anak ada kesulitan, ibu harus punya kesabaran lebih. Ingatlah bahwa yang ada dihadapan kita adalah “anak-anak.”

Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh dengan belajar, belajar, dan belajar. Aku sendiri gara-gara ada yang bertanya soal itu, jadi mesti belajar tentangnya. Semoga ini bisa bermanfaat. Mungkin bila ada yang punya pengalaman serupa bisa saling berbagi.

Tuliskan saja di kolom komentar.

Happy parenting yaa.. ^_^

.

.

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

Yuk, add LINE@ Tutur Mama di @tuturmama atau klik aja http://vtb.mn/FollowTuturMama/

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu