HomeLifestyleAnak Usia 9 Tahun Masih Ngompol? Ini 8 Cara Menghentikannya
anak masih ngompol di usia 9 tahun? ini cara mengtasinya

Anak Usia 9 Tahun Masih Ngompol? Ini 8 Cara Menghentikannya

Tidak mudah menghilangkan kebiasaan anak ngompol di usia 9 tahun. Sebab pada umumnya anak sudah berhenti ngompol sejak berusia 3 tahun. paling lama biasanya sampai usia 6 tahun saja.

Jika anak anda masih ngompol pada usia sembilan tahun, penanganannya memang tidak mudah. Tetapi sangat mungkin disembuhkan. Sebab pada usia anak sekolah itu kemungkinan terdapat beberapa faktor yang membuatnya masih ngompol.

Sebelum sampai pada cara menghentikan kebiasaan ngompol di malam hari, sebaiknya anda juga tahu penyebab ngompol tersebut.

  • Gangguan saluran kemih
  • Ruang kantung kemih terlalu kecil untuk menampung urin
  • Sebelum tidur, anak terlalu banyak minum air dan tidak kencing terlebih dahulu.
  • Keturunan. Dulunya mungkin orang tua ngompol sampai memasuki usia sembilan tahun dan itu mungkin menurun pada anak.
  • Terlalu lelah.
  • keterlambatan pematangan. Koordinasi antara perintah otak dan organ tubuh belum berjalan maksimal.
  • Sinergi syaraf otak dengan saluran kemih mengalami

Itu faktor-faktor penyebab anak masih ngompol di usia besarnya. Anda bisa memperhatikan, mungkin salah satu point di atas adalah faktor penyebab anak masih selalu ngompol.

Kebiasaan ngompol harus dihentikan. Itu sebabnya, ketahuilah 8 trik ampuh ini agar si kecil berhenti ngompol. Sebab ngompol hanya akan menambah beban pekerjaan di rumah; menambah cucian, menjemur kasur, dan membuat anak merasa malu.

8 Cara Mengatasi Anak 9 Tahun yang Masih Ngompol

  1. Tidak memberi minum terlalu banyak pada malam hari

Penyebab paling sederhana dari sering ngompol adalah minum air terlalu banyak pada malam hari. Ini sangat mungkin membuatnya ngompol di malam hari.

Memang, air putih amat berguna bagi tubuh tetapi pemberian yang berlebihan di malam hari memiliki resikonya sendiri bagi anak. Jadi, jika anda berkomitemen untuk memberi air putih yang cukup bagi anak, 7-8 gelas dalam satu hari, ubah jadwal pemberian air. Banyak di siang dan sore. Dan sedikit saja di malam hari.

2. Mengajarkan Toilet Training Sejak Batita

Ini mengenai pola asuh yang terlambat. Mungkin orang tua terlambat mengajarkan toilet training pada anak. Toilet training sendiri merupakan latihan buat anak agar terbiasa pergi ke toilet sendiri.

BAB atau BAK di toilet, bukan di popok. Biasanya anak yang masih ngompol di usia 9 tahun disebabkan masih buang air di popok sampai usia 5 tahun.

padahal, menurut pakar, anak sudah bisa diajari toilet training sejak usia 2 tahun.

Latih anak untuk pergi ke toilet sendiri ketika ingin buang air. Bagi Anda yang memiliki balita, ajarkan ia ke toilet sedini mungkin. Semakin jarang buang air di popok semakin baik adanya.

3. Kencing Sebelum Tidur

Cara ini sudah diterapkan sejak dahulu kala. Hanya saja, mungkin orang tua tidak telaten menanyakan pada anak. Perketat lagi pengawasan anda mengenai ini.

Kencing sebelum tidur dapat membantu mengurangi resiko ngompol sebab mengurangi urine dalam kantung kemih anak. Untuk membiasakan ini, perintahkan anak untuk mencuci muka, tangan, dan kaki, juga menggosok gigi.

Biasakan anak pergi ke kamar mandi sebelum tidur. Ini baik untuk membuat tidur yang berkualitas. Nyenyak tanpa gangguan badan tidak nyaman maupun kebelt kencing di malam hari.

4. Lakukan Pijat Refleksi pada Tubuh Anak

PIjat refleksi adalah solusi yang dapat anda pilih jika penanganan dalam rumah tidak berhasil. Banyak anak dengan kasus ngompol sampai besar yang menjalani pijat refleksi dan terbukti berhasil

Umumnya dilakukan oleh ahlinya sebab pijat dilakukan di titik syaraf yang berhubungan dengan saluran kemih. Biasanya di telapak kaki. Sangat dianjurkan agar pijat refleksi dilakukan oleh ahli, bukan sembarang orang. Sebab jika salah pijat malah justru berbahaya.

5. Mungkin Anak Sedang Stress

Ngompol bisa terjadi bukan saja sebab kondisi fisik, melainkan juga faktor psikis anak. Biasanya terjadi saat anak memiliki kondisi yang sulit, entah sekolah yang membosankan, teman yang nakal, atau orang tua yang sering marah padanya.

pikiran berlarut yang teris anak pikirkan membawa pada kualitas tidur yang buruk. Mungkin mimpi buruk atau gelisah saat tidur. Kunci untuk faktor stress adalah mengajak anak bicara dan berceirta mengenai permasalahannya. Dengarkan dan beri nasehat yang halus gar psikis anak kembali normal.

6. Anak Mengidap Konstipasi

Konstipasi berarti sulit Buang air besar (BAB). Terkadang anak kecil susah BAB sebab susah makan sayur atau buah-buahan. Ia lebih suka makan jajan. Akibatnya, tubuhnya kekurangan serat dan sulit buang air.

Jika hal ini memang terjadi pada anak, berikan makanan yang kaya serat seperti buah-buahan. Percernaan yang lancar amat membantu mengatasi ngompol di malam hari.

7. Biasakan Anak Membereskan tempat tidurnya sendiri

Cara ini sebenarnya berguna untuk memotivasi dan memberi stimulus mengatasi ngompol dari psikologi anak. Buat tempat tidur dan kamarnya sebagai ruang kekuasaan sekaligus tanggung jawabnya sendiri. Anda cukup mengawasi apakah anak membereskan tempat tidurnya atau tidak di pagi hari.

Kebiasaan ini akan membuatnya sadar dan tergerak untuk membuat semuanya bersih termasuk juga kasurnya sendiri. Kalaupun ia ngompol, ia akan tahu betapa berat membereskan spresi dan kasur yang basah terkena ompol.

8. Ajak Anak Bicara dan Beri ia Pengertian

Ajak anak bicara bahwa ngompol adalah sebuah permasalahan. Tidak selayaknya anak berusia 9 tahun masih ngompol di malam hari. Tentu saja dengan nada lembut dan penuh pengertian. Bukan membentak apalagi marah-marah.

Anak harus punya motivasi untuk menghentikan kebiasaan ngompol ini. Ya, dia sendirilah yang pada akhirnya menyelesaikan masalah ngompol ini, bukan orang lain. Bukan pula menempelkan capung di pusarnya pada pagi hari.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *