Antara Karir dan Ibu Rumah Tangga

Published by Emma Khotimah on

Tuturmama Pilih karir atau ibu rumah tangga? Tiga bulan sebelum menjadi seorang istri, aku dihadapkan oleh pilihan yang sulit. Aku harus memilih apakah akan terus mengejar karir atau menjadi ibu rumah tangga.

Ya, aku dipaksa memilih oleh calon suamiku. Dia menginginkan aku di rumah saja, mengurus anak dan rumah. Sedangkan persoalan nafkah ia yang akan mencarinya.

Aku sempat keberatan dengan pilihan tersebut, karena aku berpikir jika kami berdua bekerja akan lebih bagus untuk perekonomian keluarga. Tetapi tidak dengan pikiran calon suamiku, menurutnya seorang istri lebih baik di rumah menjaga anak-anak.

Aku sempat ragu dengan semua ini, belum menikah saja sudah dihadapkan dengan opini yang berbeda, apalagi nanti jika sudah berkeluarga. Apakah ini yang namanya ujian sebelum menikah?

Lantas aku berkeluh kesah dengan ibu tentang perasaanku saat ini. Tak perlu waktu lama untuk ibu memberikan jawaban atas keluh kesahku, beliau mendukung pendapat calon suamiku. Katanya, seorang istri memang lebih baik di rumah dan yang mencari nafkah adalah seorang suami.

Di Ambang Pilihan: Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga?

Meskipun begitu ibuku tetap mencoba menenangkanku. Beliau menyarankanku untuk berkeluh kesah pada Tuhan dan memantapkan hati. Pasti aku akan menemukan jawabannya.

Memantapkan Pilihan antara Karir atau Ibu Rumah Tangga

Dua bulan menjelang hari sakral itu aku telah memantapkan hati dengan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga. Sulit memang, tetapi sudah menjadi pilihan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat lagi.

Satu bulan sebelum acara pernikahan, aku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai karyawan. Teman sejawatku bertanya-tanya, “Apa kamu yakin dengan keputusanmu untuk resign?”

Ada lagi yang bertanya seakan pilihanku itu salah, “Kehidupan rumah tangga itu lebih berat dan lebih banyak pengeluaran loh, apa kamu yakin mau keluar dari sini? Cari kerja lagi kan susah.”

Aku hanya tersenyum mendengarnya, seakan mereka sudah tahu jawabanku seperti apa. “Semoga ini pilihan terbaikmu ya,” kata temanku yang lain.

Sampai akhirnya hari itu tiba. Suara tawa mengisi ruangan riasku. Ya, seluruh keluargaku tersenyum bahagia melihat aku tampil bak putri raja yang sangat anggun dengan gaun panjang yang indah.

Namun, tidak dengan ibuku. Wajahnya terlihat tegang, walaupun terselip senyum simpul di bibirnya. Aku pun sama, ada rasa tegang dan risau yang bercampur dengan rasa bahagia karena hari ini akan melepas masa lajang dan menjadi seorang istri.

Sah! Teriakan dari tamu undangan.  Aku sudah sah menjadi istri orang. Tak terasa tiba-tiba air mata mengalir ke pipiku yang merah merona, dengan sigap sang penata rias memberikan tisu untuk menyapu air mata agar tidak merusak riasanku.

Setelah ijab kabul selesai, kakak dan adik perempuanku segera menggandengku untuk bertemu mempelai pria. Campur aduk perasaanku dalam hati. Rasa senang, haru, sedih, semua muncul jadi satu.

Kami melaksanakan satu demi satu rangkaian acara hingga selesai sampai tamu satu per satu pulang meninggalkan tempat acara. Serangkaian acara sakral tersebut selesai.

Jika Istri Seorang Ibu Rumah Tangga…

Menjadi Ibu Rumah Tangga

Aku dan suami masih tinggal di rumah orang tuaku. Selama satu bulan kami tinggal bersama sampai akhirnya memutuskan untuk mengontrak rumah dekat dengan kantor suamiku.

Tak menunggu waktu lama, kami langsung mendapat momongan. Hari demi hari aku lewati sendiri karena dari pagi hingga malam suamiku bekerja. Kami hanya bertemu pagi hari saat suamiku hendak berangkat kerja. Meskipun begitu aku menikmati rutinitasku sebagai ibu rumah tangga baru.

Sesekali adik-adikku menengok ke rumah kontrakan yang jaraknya lumayan jauh dari kediaman orang tuaku. Selama tujuh bulan aku tinggal di rumah yang tak luas ini, aku mulai merasa kesusahan melakukan sesuatu karena perut yang semakin besar. akhirnya aku memutuskan untuk pindah kembali ke rumah orang tuaku sampai anak pertama kami lahir.

Tentu saja orang tuaku menyambut gembira kehadiranku. Orang tuaku sibuk mempersiapkan persalinan yang tinggal menghitung hari. Akhirnya anak pertamaku lahir dengan selamat.

Sah sudah aku menjadi seorang ibu. Hari-hariku kuhabiskan untuk mengerjakan tugas-tugasku sebagai seorang ibu rumah tangga. Selain mengurus rumah tangga, aku juga memiliki usaha online kecil-kecilan yang aku kerjakan sendiri sembari mengurus anak.

Omongan Tetangga

Namun, terkadang terdengar selentingan omongan tetangga tentangku. Pernah suatu ketika aku ingin membeli bubur untuk sarapan, kebetulan yang berjualan adalah tetanggaku. Dia sempat bertanya, “Gimana perasaannya sudah jadi ibu rumah tangga? Bukannya kamu itu lulusan S1 ya? Sayang dong ilmu kamu ga terpakai. Susah-susah kamu menuntut ilmu tinggi tapi ujung-ujungnya hanya jadi ibu rumah tangga.”

Ucapannya sedikit membuatku geram. Aku hanya bisa tersenyum membalas semua pertanyaannya karena sudah keburu kesal dengan kata-katanya. Langsung saja aku pulang setelah bubur yang kupesan sudah selesai.

Kejadian itu kuceritakan pada suamiku. Dia pun mengucapkan kata sabar sambil mengelus punggungku. “Menjadi ibu rumah tangga itu pahalanya besar. Biarkan orang lain berkata sesukanya, yang penting kita ikhlas menjalaninya. Tidak ada ilmu yang sia-sia ya, Sayang. Kita tidak bisa mengubah cara pandang orang lain untuk suka dengan keputusan yang sudah kita ambil.”

Ibu Rumah Tangga Vs Ibu Karir, Masihkah Harus Diperdebatkan?

Iya, memang benar perkataan suamiku. Jangan dengarkan omongan negatif dari orang lain. Kita harus terus berpikir positif. Keputusanku menjadi seorang ibu rumah tangga adalah pilihan terbaikku.

Aku telah memilih antara karir dan ibu rumah tangga, maka aku harus menjalani pilihanku sebaik mungkin dengan lapang dada. Kuharap, Mama pun begitu. Apa pun pilihan Mama, baik itu karir atau ibu rumah tangga, semoga kalian ikhlas dan bahagia menjalaninya.

Sumber Gambar: id.pinterest.com


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video