Apakah Bunda Kesulitan Menghadapi Anak yang Sulit Diatur…?

Apakah Bunda Kesulitan Menghadapi Anak yang Sulit Diatur…?

Tiga hari setelah aku ditanya tentang anak yang sulit diatur, aku masih saja terus mencari-cari beberapa referensi dan bertanya-tanya dalam diri. Hal ini membuatku merenung, karena kadang aku sendiri begitu sulit untuk mengatur anak.

Kadang tingkah anak, apalagi yang masih balita, bisa sulit untuk dikendalikan. Misalnya saja, anak keasyikan bermain air, sewaktu diminta berhenti, eh ternyata dia malah menangis. Anak susah banget disuruh makan, maunya main-main dan lari-lari saja.

[Tapi kemarin saya baru tahu, kalau anak susah makan bisa dicoba dengan cara ini. Terbukti efektif banget. Bisa baca aja disini Agar Anak Lahap Makan ]

Sebel gak sih? Tentu sebel banget bukan. Setiap ibu tentu ingin anaknya kalau dibilangin itu ya nurut. Karena gak mungkin apa yang dikatakan ibu itu berdampak buruk pada anak.

Maka bila anak mudah menangis, emosioanl dan cenderung sulit dikendalikan, maka ibu janganlah panik.

Jacob Azerrad dan Paul Chance, dua psikolog anak, dalam tulisannya di Psychology Today, menjelaskan bagaimana cara mengatasi anak yang mudah menangis dan sulit dikontrol tersebut. Menurut mereka, selama ini orang tua lebih memperhatikan sikap buruk anak ketimbang perilaku baiknya.

Hal ini sejalan dengan penemuan Glenn Latham, Ed.D, seorang konsultan pendidikan, yang mengungkapkan data bahwa orang dewasa cuek pada 90% sikap baik anak-anak. Mereka justru lebih memperhatikan anak-anak saat bertingkah laku yang tidak baik.

Ketika anak bertingkah laku negatif, orang tua cenderung memberikan perhatian dengan mengajak mereka melakukan tindakan yang lain.

Namun menurut Jacob Azerrad dan Paul Chance, membuat anak tertarik pada hal lain seperti ini justru semakin membuat mereka berperilaku agresif.

Memang sulit untuk melakukan tindakan yang tepat pada anak saat mereka menunjukkan sikap tidak baik. Jacob Azerrad dan Paul Chance memberikan beberapa saran untuk mengatasi anak yang sulit dikontrol, yang layak Bunda coba.

Pertama, berikan perhatian terhadap anak saat ia menunjukkan sikap positif

Sikap positif yang dimaksud, misalnya ketika anak bisa tenang, cepat mengatasi rasa kecewa, bersikap baik secara spontan dan menunjukkan ketertarikan untuk belajar. Saat orang tua melihat sikap-sikap positif itu, berikan mereka perhatian penuh.

Kedua, berbicara dengan anak untuk mengingatkan sikap positifnya

Di waktu-waktu tertentu, sekitar 5 menit sampai 5 jam setelah suatu kejadian, bicaralah kepada anak tentang sikap positif yang sudah Bunda perhatikan sebelumnya.

Misalnya orang tua mengatakan, “Kamu ingat kan, tadi waktu Budi jatuh dari sepeda, kamu menolongnya”.

“Kamu tadi membantu Sinta merapikan mainannya ya? Kamu ingat itu?”

Ketiga, berikan pujian atas sikap positif anak

Saat anak bisa mengingat peristiwa yang Bunda sebutkan pada poin kedua, segera berikan pujian.

Orang tua bisa mengatakan, “Kamu baik sekali tadi membantu Budi. Kamu anak yang hebat. Bapak bangga kepadamu”.

Pujian juga bisa Bunda berikan saat anak menunjukkan sikap kedewasaannya. Misalnya, “Maaf Nak ya, ibu tidak bisa mengajak kamu jalan-jalan saat liburan ini. Alhamdulillah kamu bisa mengerti dan kamu tidak marah. Ibu bangga dan senang sekali dengan sikapmu”.

Keempat, berikan apresiasi spontan

Setelah memuji anak atas sikap positifnya, segera lakukan aktivitas yang disenangi anak sebagai apresiasi. Lakukan aktivitas itu secara spontan tanpa harus mengatakan bahwa itu adalah ‘hadiah’ atas sikap baiknya.

Misalnya orang tua mengajaknya bermain atau membacakannya cerita atau mengajak jalan-jslan naik sepeda keluar rumah.

Kelima, jangan bagi perhatian Bunda

Berikan waktu untuk anak. Jangan bagi perhatian Bunda dengan hal lain saat melakukan kegiatan tersebut. Tidak ada yang lebih membuat anak bahagia selain mendapat perhatian penuh dari orang tuanya.

Itulah tips yang bisa aku berikan. Itu aku dapatkan setelah membaca berbagai literatur. Bisa dicoba Bunda, semoga bermanfaat.. 🙂

Oleh: Rini Kusuma, Asal Jogja.

—- –

Yuk, follow juga akun LINE@ Tutur Mama, di @tuturmama atau klik aja disini. 

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu