Bersabarlah Ibu, Karena Hal Ini Tak Akan Terulang Saat Anak Sudah Besar…

Bersabarlah Ibu, Karena Hal Ini Tak Akan Terulang Saat Anak Sudah Besar…

“Ooooeeee… oeeeee…. bu… bu…”

Waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi, tapi Arjuna sudah menangis keras. Bangun tidur ia langsung menangis.

Aku sedang menyiapkan minuman buat anggota keluarga. Teh hangat. Kebiasaan pagi untuk menyajikan teh hangat. Arjuna masih menangis. Ia mengikutiku kemana pun aku pergi.

Tentu aku tidak ingin ia mengganguku pagi ini. Aku sedang menuang air panas. Takut ia terciprat.

Menghadapi situasi ini hatiku jadi sebel juga. Anak ini kenapa rewel banget pagi ini. Tidak biasanya begitu. Biasanya bangun tidur ia akan sibuk dengan truk mainannya.

Rewelnya anak di pagi begini membuat moodku rusak. Sebel. Hati inginnya marah-marah. Tapi aku sadar bahwa memarahi Arjuna tidak akan menyelesaikan masalah.

“dooo…dooong….”

Maksudnya ia ingin digendong. Aduh, Arjuna.. gak lihat apa ibu lagi sibuk begini? Ini lho, ibu lagi nuangkan air panas? Jangan nangis tho! Tapi itu tidak keluar dari mulutku. Kalimat itu hanya bisa aku batin saja.

Apakah Bunda juga pernah mengalami hal serupa? Rempooongg bangeeeettttt……

Tapi setelah aku selesai menyiapkan minuman, selesai mengerjakan ini itu. Arjuna lalu aku gendong. Aku usap air mata yang jatuh di pipinya.

Aku tenangkan. Tak lama ia berhenti menangis, lalu tertawa karena melihat cicak di dinding.

Ah, leganya… Kalau ku pikir-pikir hal-hal seperti ini tidak akan lagi aku dapati saat ia sudah besar nanti. Saat ia sudah SMA, misalnya begitu, tak mungkin lagi ia akan menangis minta gendong di pagi hari. Saat ia sudah kuliah, bisa jadi ia akan kuliah ditempat yang jauh dariku.

Kemarin aku baca di sebuah artikel tentang parenting. Aku menulis hal ini pun karena setelah membaca tulisan itu. Isinya membuatku manggut-manggut dan tersenyum sendiri.

Ada beberapa kenangan bersama anak yang tidak akan terulang saat anak sudah besar nanti. Apa sajakah itu?

Pertama, adalah suara bayi. Saat anak sudah besar jangan harap lagi ia akan menangis manja kepada ibu. Jangan harap lagi ia akan minta gendong pada ibu. Tidak. Ini hanya akan terjadi pada saat anak masih kecil.

Tak ada lagi suara, “dooong…” “buuu….baaaa…” atau suara-suara aneh lainnya. Suara yang hanya bisa dipahami oleh ibu dan si kecil.

Kedua, menggendong. Saat anak sudah besar, kita tak lagi bisa menggendongnya. Terlalu berat. Kita hanya bisa menggendong anak saat ia masih anak-anak. Saat-saat seperti ini begitu berharga. Anak akan merasakan kenyamanan dalam gendongan ibu. Merasakan kehangatan dan keamanan dalam gendongan ibu. Tak akan terulang saat anak sudah besar.

Ketiga, meyuapi makan dan memakaikan baju. Ini juga hanya bisa dilakukan saat anak masih balita. Menyuapi makan, sambil jalan-jalan sore keliling kompleks. Atau sambil dibujuk rayu “ada pesawaaatt ayo buka mulutnyaa…”

Hihihi.. bila anak bunda susah makan, bisa baca aja tips agar anak lahap makan ini ya, Agar Anak Lahap Makan. 

Pun memakaikan baju anak. Coba-coba pada anak berbagai model baju. Pernah suatu kali aku mengganti baju anak dua tiga kali. Kenapa? karena aku lihat kok gak cocok ya. Ganti lagi. eh, keliatan gimana gitu. Ganti lagi… heheehe.. Ini cuma bisa kita lakukan saat anak masih kecil.

Keempat, menidurkan anak. Bernyanyi walau suaranya tidak merdu-merdu amat. Menyanyikan lagu nina bobok, ooh nina bobok, hanya bisa kita lakukan saat anak masih balita. Ia tak akan protes bahwa suara bunda fals. Bagi anak, suara nyanyian ibu adalah suara terbaik. Suara yang akan ia kenang selamanya.

Ada lagi yang lain? Ada hal-hal yang tak akan terulang saat anak sudah besar? Yuk, share di kolom komentar yaa Bunda.. ^_^

Saling berbagi senyum dan inspirasi yaa..

Oleh: Rini Kusuma, asal Jogja.

—-

Yuk, follow Line Tutur Mama yaa di Line@ Tutur Mama: Line Tutur Mama.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu