Biarkan Anak Mencoba Menyelesaikan Masalahnya..

0
264

Cerita tiga bocah sore tadi:

Saat kumpul keluarga, saya mendengar suara anak-anak makin keras. Penasaran dan sedikit terganggu, saya membuka pintu kamar dimana Raia, Kaizan dan Abdul Malik sedang bermain:

Saya: “Raia, kok teriak-teriak?”

Raia: “Ini nih, Kaizan. Kan Raia salah ngomong… Tapi Raia udah benerin. Eeehh Kaizan masih marah.”

Kaizan: “Nggak, Abang salah. Kakai nggak suka!”

Saya: “Oke, gantian ya Kai, Mami dengerin Abang nanti Mami akan dengar Kakai. Terus, Raia, apa yang terjadi? Kenapa Kaizan tampaknya kesal sekali?”

Raia *ketawa kecil*: “Itu loh Mamiiii. Raia cuma salah bilang nama Kakai..”

Kaizan:” Nggak! Itu Abang iseng, Kakai nggak suka nama Kakai diganti-ganti. Jadi kuno! “

Menahan senyum, saya menoleh ke Kaizan: “Oh jadi Kaizan nggak suka ya kalo namanya salah disebut?”

Kaizan: “IYA! Abang jangan gitu dong kan nama Kaizan jadi kuno!”

(Sepertinya ponakan saya yang satu ini belum paham 100% arti kuno, tapi intinya dia nggak suka hehe)

Raia, sambil terkekeh iseng: “Iya Kaiiii..”

Melihat Abdul Malik menonton dua sepupunya, saya beralih dan bertanya ke dia: “Gimana, Mal, apa yang terjadi tadi?”

Malik lalu menceritakan apa yang terjadi, dan saya menanyakan kembali ke Raia dan Kaizan dan mereka setuju bahwa memang kejadiannya begitu. Melihat semua sudah agak lebih tenang, saya bertanya: “Hmm…semua anak Mami disini pintar. Kira-kira apa ya yang harus kita lakukan sekarang?”

Saya melirik ke Raia, dan tanpa disuruh dia menyodorkan tangannya ke Kaizan yang menerimanya dengan setengah hati.

Saya: “Loh, Raia ngapain?“

Raia: “Minta maaf. Kan Raia bikin Kaizan sedih. Maaf ya Kai heheheh kan cuma iseng”

Kaizan yang masih manyun menyambut tangan Abangnya.

Malik mesem-mesem melihat tingkah kedua sepupunya dan semua mendadak melanjutkan bermain di sudut kamar.

Saya: “Jadi udah oke ya? Ternyata nggak perlu menyelesaikan dengan teriak-teriak ya, dan ternyata bisa beresin sendiri nggak perlu dibantu Mami hihi. Thanks sudah jadi anak baik! Love youuuu”

Mereka bertiga: “Love you tooooooo”

Lalu saya menutup pintu.

Bunda..

Kadang kita suka merasa bahwa karena umur mereka masih kecil, anak-anak suka banyak nggak tahu. Jadi tanpa kita sadari, kita selalu berusaha menyelesaikan masalah mereka dan seringkali tanpa diminta, kita membantu.

Padahal, kalau saja mereka dibiasakan untuk diajak berpikir dan diajak bicara, mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri atau mengeluarkan ide-ide yang tak disangka dan menarik sekali.

Anak-anak akan tumbuh sebagaimana mereka diasuh, mereka akan belajar pertama-tama dari Ayah dan Ibu. Jika Ayah Ibu kasar, maka umumnya kasarlah mereka, dan kalau Ayah Ibu bijak dan penyayang, nanti mereka begitu juga.

Mereka akan tiru bagaimana orang tua berlaku dan berkata.

Jadi mulai sekarang, yuk menyempatkan diri mendengarkan dan memberi kesempatan anak mencoba menyelesaikan masalah yang ada di hadapan mereka.

Jangan buru-buru melibatkan diri dan langsung memberikan solusi sehingga kedepannya, mereka bisa jadi anak yang mampu berpikir kritis dan mandiri.

Selamat hampir weekend semuanya! Sending positive vibes always, ..

.

.

Diambil dari tulisan Silly Risman.

Bila bunda ingin tahu tips mudah menjadikan anak cerdas, bisa baca aja disini lho. 13 Tips Anak Cerdas. 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here