Cara Menanggapi Pelecehan Seksual pada Anak Menurut Buya Yahya

Published by Hasna on

Tuturmama ─ Pelecehan seksual terhadap anak banyak terjadi saat ini. Minimnya pengawasan serta pengetahuan tentang seksualitas menjadi salah satu alasan terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Mirisnya, pelakunya tidak hanya orang asing, tetapi juga orang terdekat. Salah satunya adalah anggota keluarga sendiri.

Mengenal Lebih Jauh Pelecehan Seksual pada Anak

Meskipun telah ada hukum pidana yang telah mengatur perlindungan anak, tetap saja pelecehan seksual pada anak marak terjadi.

Sebab hukum yang ada tidak membuat pelaku gentar. Di dalam pasal 81 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak tahun 2014 no 35, pelaku pencabulan anak akan dikenai sanksi pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Selain itu, pelaku juga terancam denda paling banyak 5 miliar rupiah. Hukuman tersebut tentunya tidak sepadan dengan trauma yang pastinya korban alami.

Selama sisa hidupnya, korban akan merasa trauma terhadap pelecehan seksual yang ia alami semasa kecil.

Belum lagi sanksi sosial yang akan korban terima apabila identitasnya sebagai korban terbongkar.

Pada kasus yang parah, korban bisa mengalami kerusakan organ internal hingga menyebabkan kematian.

Lalu, bagaimana cara menanggapi kasus pelecehan seksual pada anak?

Pelecehan Seksual Antar Anak, Bagaimana Respon yang Tepat?

Tanggapan Buya Yahya

Seperti biasa, dalam tausiahnya ada jamaah Buya Yahya yang bertanya tentang bagaimana menanggapi pelecehan seksual pada anak.

Kemudian Buya Yahya menjawab, “Na’udzubillah, semoga Allah menjaga kita dari sebab-sebab kehinaan.”

“Orang gila. Kalau sama anak kecil saja bisa begitu, sama orang yang gede… Anak kecil diperkosa, zina, dan sebagainya, manusia gila.”

“Maka yang pertama adalah tetap sang anak ini harus dijaga. Bukan saja dijaga tentang nama baiknya dia, tapi psikologinya dia. Dia tidak boleh merasa malu sepanjang masa. Hendaknya dia dibesarkan hatinya. Saat dia dewasa dikatakan kamu tidak dosa karena kamu tidak mengerti dan kamu tidak melakukannya, kamu diperkosa. Bahkan kalau perlu dia tetap merasakan dia ini adalah seperti orang mulia. Dan memang dia mulia, dia tidak dosa.”

“Jangan sampai dicemarkan sampai dia dieret-eret ke mahkamah untuk jadi saksi, pengaku, dan seterusnya. Apalagi diliput sama televisi. Itu gila semuanya. Anak kecil ditutup. Kasian dia, psikologi dia. Bukan saja dia, keluarganya pun merasa malu. Sebab yang namanya perzinaan itu memang aib yang amat berat. Nempel di jidat siapa pun. Kalo ada orang kafir masuk Islam namanya mualaf. Itu masih tenang dan senang. Tapi kalo ada seorang anak punya ibu bekas pezina, itu nempel di jidatnya sampai kapan pun. Karena itu aib besar.”

“Jadi seorang anak dijaga. Jangan sampe dia merasa kecil hati. Terpuruk dalam urusan itu. Dibesarkan. Kamu tidak melakukannya. Jadi sampe besar jiwanya.”

Cara Menanggapi Pelaku

“Adapun sang pelaku tersebut, ya cara menghukumnya tentunya ada cara. Kalo ada mahkamah yang benar mungkin bisa. Anak itu bisa cari bukti. Misalnya, cukup mendengar informasi. Tidak harus ditunjukkan anak tersebut. Hanya nanti dengan cara kalo mahkamahnya Islam dan ngerti syariat, didatangkan laki-laki tersebut yang tertuduh. Kemudian dengan proses yang tersembunyi dong. Jangan sampe mengungkap aibnya. Mestinya begitu. Cuman kasus di negeri antah-berantah, negeri kacau. Kayaknya memang hal-hal itu kalau diungkap tambah nanti besok masuk YouTube semuanya. Repot ini. Jadi serba salah di negeri kacau di zaman kacau.”

Lebih lanjut Buya menyarankan, “Kalau sudah seperti itu, kita serahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mungkin kita ngirim orang, kita nasihati dia baik-baik. Laki-laki tersebut nasihati baik-baik. Karena apa? Itu dosa pribadi antara seorang hamba dengan Allah juga. Yang gaboleh diungkap bebas.”

“Kemudian jika ada seorang laki-laki yang dituduh seperti itu, kemudian ditanya oleh sang istri ternyata dia tidak melakukannya, hendaknya sang istri memercayai saja. Selesai. Karena dosa seperti itu tidak boleh diungkapkan.”

“Tinggal kita harus waspada saja dan sang istri harus koreksi juga. Kenapa sampe suaminya seperti itu. Mungkin kurang ini kurang itu.”

Buya Yahya menerangkan, apabila seorang suami tertuduh melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya atau anak di bawah umur, dan suami menyangkal tuduhan tersebut maka istri sebaiknya percaya.

Meskipun tuduhan terhadap suaminya adalah benar. Karena itu urusan suami dan Allah.

Yang perlu istri lakukan adalah tetap waspada dan intropeksi diri. Mengapa sang suami sampai melakukan hal tersebut.

Di lain sisi, Buya Yahya juga mengingatkan untuk mengikuti cara tidur nabi.

Yaitu dengan memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan yang menjelang dewasa. Agar tidak memicu terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Ramai Terjadi Pelecehan Seksual Anak! Hindari dengan Cara Ini!

Dampak Pelecehan Seksual pada Anak

Dampak paling besar yang akan seorang anak korban pelecehan seksual alami adalah dampak psikis.

Salah satunya ialah PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). PTSD atau gangguan stres pascatrauma merupakan gangguan yang timbul setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan.

Kondisi tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dengan pemicu yang dapat membawa kenangan trauma serta reaksi emosional dan fisik yang intens.

Setiap tahunnya terdapat lebih dari 2 juta kasus PTSD di Indonesia.

Gejalanya dapat mencakup mimpi buruk atau kilas balik peristiwa penyebab PTSD.

Mencegah kambuhnya PTSD dapat dilakukan dengan cara menhindari situasi yang mengingatkan pada trauma, menghindari situasi yang membuat suasana hati tertekan dan gelisah.

Selain PTSD, seorang anak korban pelecehan seksual juga berisiko mengalami gangguan makan, depresi, hasrat seksual rendah, disosiasi (upaya menarik dan melepaskan diri), dan vaginismus (pengerutan pada otot-otot vagina dengan sendirinya ketika ada sesuatu yang masuk).

Banyaknya dampak yang korban terima tidak sebanding dengan hukum yang pelaku terima.

Maka dari itu, tidak masalah jika hukuman pelaku pelecehan seksual pada anak lebih berat dari penjara 15 tahun dan denda 5 miliar rupiah.

Moms, Ini 7 Cara Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak

Sumber Gambar: freepik.com

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video