Cara Mudah Mengobati dan Memperbaiki Penyakit Mental Secara Alami

Published by Sabria Zuhara Panjaitan on

TuturmamaPenyakit mental muncul sejak virus Corona menjadi pandemi dunia, sehingga memicu perubahan besar perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak orang merasa cemas, takut, dan memikirkan hal-hal buruk tentang masa depan, terutama bagi korban positif virus Corona. Tentu saja kondisi tersebut menyebabkan kesehatan mental terganggu.

Mengutip dari Kemenkes, kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin seseorang berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga bisa menikmati kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, orang yang mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, dan akhirnya mengarah pada perilaku buruk.

Selain itu, kondisi mental yang buruk dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan bahkan bisa memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri. Untuk itu, setiap orang perlu mengetahui pentingnya menjaga kesehatan mental, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Lantas, bagaimana cara mengobati penyakit mental secara alami? Simak ulasannya yang kita lansir dari Healthline:

Jenis-Jenis Penyakit Mental

Ada beberapa jenis gangguan mental yang paling banyak orang Indonesia alami, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan jenis gangguan mental lainnya. Lebih jelasnya, berikut beberapa jenis gangguan mental yang perlu diwaspadai:

Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah perasaan cemas menetap atau memburuk hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang yang menderita gangguan mental ini akan merasa gugup dan khawatir secara terus menerus dan berulang. Selain itu, penderita juga akan mengalami berbagai gejala fisik, seperti berkeringat, pernapasan cepat atau dangkal, dan sulit tidur.

Waspada! 5 Jenis Silent Killer Ini Dapat Menyebabkan Perceraian

Gangguan kecemasan ini bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. Umumnya, penderita tidak bisa menjelaskan kenapa ia merasa cemas atau khawatir yang berlangsung secara terus menerus.

Obsessive Compulsive Disorder

Obsessive compulsive disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang menyebabkan penderita melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Seseorang yang mengalami kondisi ini juga akan mengalami ketakutan atau kecemasan yang berlebihan. Umumnya gangguan ini orang dewasa alami, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada usia anak-anak atau remaja.

Melansir dari Medical News Today, seseorang yang menderita OCD terkadang susah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, namun penderita tak dapat menghindarinya dan tetap merasa harus melakukannya. Selain itu, penderita juga akan terobsesi pada sesuatu secara terus menerus sebagai respon terhadap ketakutannya.

Penyebab OCD sendiri belum kita ketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami OCD, seperti gangguan mental dan pernah mengalami peristiwa yang tidak pernah menyenangkan.

Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus mengalami tekanan dan kehilangan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, seseorang yang mengalami depresi juga tidak bisa membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Kondisi ini bisa berasal dari banyak faktor, seperti mengalami kesedihan yang mendalam dan memiliki pengalaman traumatis.

Pelecehan Seksual Antar Anak, Bagaimana Respon yang Tepat?

Kondisi traumatis ini dapat bersifat objektif maupun subjektif, baik itu karena kekerasan fisik, emosional, hingga kejadian yang bisa mengancam nyawa. Gangguan depresi jika tidak segera mendapat penanganan maka dapat memicu penderita melakukan tindakan bunuh diri.

Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi di mana seseorang merasa ia paling penting, sangat membutuhkan perhatian, dan kekaguman berlebihan. Selain itu, gangguan ini juga kerap menyebabkan kurangnya empati terhadap orang lain. Meski memiliki kepercayaan diri yang tinggi, orang yang mengidap gangguan ini lemah terhadap kritik sekecil apapun.

Melansir dari Mayo Clinic, gangguan kepribadian narsistik kerap menimbulkan masalah di kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja atau sekolah. Umumnya, orang dengan gangguan narsistik akan merasa tidak bahagia atau kecewa ketika tidak mendapatkan pujian.

Pengidap gangguan kepribadian narsistik juga memiliki perasaan yang mudah tersinggung. Bahkan, cenderung mudah depresi ketika mereka dinasihati oleh orang lain.

Bipolar

Gangguan kepribadian ganda atau bipolar disorder merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan mental yang menyebabkan perubahan tidak biasa pada mood, konsentrasi dan energi. Umumnya, gangguan kepribadian ganda yang remaja alami akan memasuki usia dewasa.

Manfaat Menangis untuk Kesehatan, Sudah Tahu?

Dilansir dari laman Healthline, seseorang yang mengalami kepribadian ganda atau bipolar akan mengalami gangguan mental yang bisa kita lihat dengan perubahan suasana hati yang begitu fluktuatif dan drastis. Seseorang yang mengalami gangguan bipolar akan mengalami dua fase, yaitu fase mania (naik) dan fase depresi (turun).

Dalam fase mania atau naik pengidap bipolar akan merasakan keadaan enerjik, berkata cepat, penuh semangat disertai dengan gairah yang tinggi. Sebaliknya, orang yang mengalami gangguan bipolar pada fase depresi akan kehilangan mood saat menjalankan aktivitas sehari-hari, selain itu pada fase ini pengidap juga akan mengalami perasaan cemas, sedih, lemah dan lesu.

Cara Mengobati Penyakit Mental

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit mental, seperti mengonsumsi obat antidepresan, antipsikotik, pereda cemas, dan lainnya. Selain itu, ada beberapa cara mengobati penyakit mental secara alami, di antaranya:

Bersikap Terbuka

Cara mengobati penyakit mental, yaitu berusaha untuk selalu bersikap terbuka. Semakin menghindari masalah dan mencoba menutup-nutupi peristiwa, dapat membuat keadaan kian memburuk. Oleh karena itu, mencoba untuk memaafkan diri sendiri dan menumbuhkan kepercayaan diri menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah gangguan mental.

7 Penyebab Wanita Gemuk Setelah Menikah

Selain itu, bersikap terbuka terhadap orang-orang terdekat seperti sering mencurahkan perasaan dan isi hati bisa menjadi obat psikologis agar suasana hati lebih tenang dan tentram. Mencurahkan isi hati ini juga bisa terjadi dengan cara-cara lain seperti menulis, melukis, dan melakukan berbagai aktivitas yang bisa membuat hati lega.

Selalu Bersyukur

Sudah kita ketahui bersama bahwa manusia di dunia tentu tidak akan pernah lepas dari permasalahan hidup. Hampir dapat dipastikan setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Hal inilah yang kemudian harus kita sadari bahwa kita tidak hidup sendiri dan masih banyak orang di luar sana yang mengalami masalah lebih besar.

Salah satu puncak kebahagiaan ialah ketika seseorang mampu bersyukur dengan apa yang ia miliki. Selalu percaya bahwa semua masalah yang kita hadapi sekarang adalah upaya mendewasakan diri agar ke depan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, masih banyak hal di dunia ini yang patut kita syukuri seperti memiliki sahabat, keluarga, dan pekerjaan.

Aktif Mengikuti Kegiatan Sosial

Seseorang yang mengidap gangguan mental pada fase tertentu kerap merasa kesepian. Hal ini karena akibat perasaan sensitif yang meningkat, sehingga rentan merasa tersingkirkan.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk mengatasi gangguan mental adalah dengan mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Dengan mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar, akan membuat Anda semakin terbuka dan diterima oleh lingkungan sekitar. Sehingga hal ini dapat mencegah Anda dari perasaan terisolasi dan tentunya bisa mengatasi gangguan mental.

Jadi Sehat karena Sering Minum Air Kelapa, Benarkah?

Olahraga Teratur

Pepatah pernah mengatakan ‘di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat’, tampaknya kalimat ini masih relevan hingga saat ini. Seperti halnya dengan penyakit mental, sangat perlu kita atasi dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Dengan melakukan olahraga setidaknya 2-3 kali dalam seminggu, dianggap efektif untuk menurunkan risiko gangguan mental. Tentu saja, cara ini harus kita imbangi dengan pola makan sehat, seperti makan buah dan sayur-sayuran.

Meditasi

Salah satu cara mencegah gangguan mental yang paling mudah ialah rutin melakukan meditasi. Kegiatan relaksasi ini dapat menumbuhkan pikiran positif dan membangkitkan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Pasalnya, pikiran negatif yang sering muncul dapat menyebabkan seseorang menjadi cemas, stres, bahkan mengalami depresi obsesif.

Oleh karena itu, berpikir positif penting untuk menghindari gangguan mental yang bisa terjadi. Pasalnya, berpikir positif dapat memberi pengaruh baik untuk keadaan psikologis.

Editor: Ahmad Faizal Anis

Sumber Gambar: freepik.com

Calon Ibu, Lakukan Ini Agar Bayi Tak Terlahir Prematur!


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video