Empat Tips Agar Papa Turut Berperan Aktif Mengasuh Anak

0
225

Seberapa sering Anda, sebagai seorang Papa, menggendong anak?  Seberapa sering Anda, sebagai seorang Papa, menyuapi anak yang usianya belum genap satu tahun?

Seberapa sering Anda, sebagai seorang Papa, mengganti popok bayi? Seberapa sering Anda, sebagai seorang Papa, menemani anak tidur? Membacakannya buku cerita? Seberapa sering Anda, sebagai seorang Papa, memandikan anak?

Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

Bila dilihat dari frekuensinya, maka boleh jadi seoang Mama akan lebih banyak melakukan hal itu dibandingkan seorang Papa. Itu wajar tentu saja. Namun bila kita renungkan sejenak, seberapa sering sih sebenarnya Papa terlibat dalam pengasuhan Anak?

Jawabannya? Seringkali, kadang-kadang, atau tidak pernah? Duh. Pantesan yang dapat surat cinta dari Mbak Rini hanya Mama. 

Dan tak jarang, bahkan ada pula seorang Papa yang tak sekalipun membantu istri untuk mengasuh anaknya. Alasannya bisa berbagai macam, entah sibuklah, banyak pekerjaan, capek, dan lainnya.

Bukankah mengasuh anak adalah kewajiban orang tua? Dan orang tua terdiri dari seorang Mama dan seorang Papa? Maka sejatinya pengasuhan anak adalah kewajiban suami istri. Namun bagaimana bila seorang Papa jarang terlibat dalam mengasuh anak?

Nah, Ma, Pa… Satu hal yang harus dipahami adalah suami dan istri berasal dari latar belakang yang berbeda. Harus dipahami bahwa latar belakang keluarga juga turut membentuk kepribadian seseorang. Bisa jadi memang seorang suami sejak dahulu saat kecil, tidak dibiasakan untuk dekat dengan anak.

Bisa jadi ada pemahaman dalam diri suami, bahwa mengganti popok itu adalah tugas seorang istri. Bisa jadi ada pemahaman dalam diri suami bahwa memandikan anak adalah tugas seorang istri. Dan suami hanya bertugas untuk mencari nafkah. Tak jarang lho, pikiran ini ada di dalam diri para Papa.

Karena itu, Ma, jangan cuma minta mobil dan rumah saja, tapi juga minta Papa untuk jadi orang tua yang lebih baik bagi anak-anak,

Lantas apa yang mesti dilakukan agar seorang Papa bisa turut serta dalam mengasuh si kecil? Berikut ini ada tips yang bisa dicoba lho.

Pertama, lakukan dialog bahwa mengasuh anak tak bisa hanya dilakukan oleh seorang Mama. Katakan juga dampak dan manfaat bila seorang Papa terlibat dalam pengasuhan anak. Sudah terbukti secara ilmiah lho, bahwa keterlibatan Papa dalam mengasuh anak bisa membuat anak tumbuh menjadi lebih mandiri.

Kedua, pembagian tugas. Yup, bagilah tugas anatara Mama dan Papa dalam mengausuh anak. Ada jam-jam tertentu dimana si kecil bisa diserahkan pada Papa untuk bermain dengannya. Atau bisa juga yang lain, misalnya saja tugas membacakan buku cerita setiap malam untuk anak dilakukan secara bergantian. Atau bisa juga tugas Papa untuk mengajak anak bermain bola di taman, dan lainnya.

Ketiga, mintalah Papa untuk mengajarkan nilai-nilai hidup. Mengajak anak untuk pergi ke masjid, mengajarkan anak untuk saling berbagi, mengajarkan anak tentang keberanian. Itu adalah contoh nilai hidup yang sangat bisa dilakukan oleh seorang Papa kan?

Keempat, selalu bicarakan masalah yang dihadapi dalam mengasuh anak secara bersama. Sering-sering berdialog dengan pasangan akan dapat up to date soal perkembangan anak, selain itu dialog antar hati dapat menumbuhkan rasa cinta lho…

Ingat ungkapan ini ya Ma, Pa, bikin anaknya bersama merawatnya juga harus bersama lho ya...

Happy parenting, Ma, Pa… 🙂

.

.

Oleh: Redaksi Tutur Mama, baca tulisan lain dari Redaksi disini. 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here