Film Review (4) Be With You: Kembali Menemukan Kebahagiaan

Diposting pada

TuturmamaPecinta k-drama bergenre romansa fantasi, kalian harus menonton film yang satu ini. Film ini berjudul Be With You. Produksi ini menceritakan tentang keluarga yang bahagia, namun ternyata ada yang hilang karena sosok ibu telah tiada.

Film yang berdurasi 132 menit ini  merupakan film romansa Korea Selatan tahun 2018 yang dibintangi oleh So Ji Sub, Son Ye Jin, dan Kim Ji Hwan. Produk film ini disutradarai oleh Lee Jang-hoon, dan juga merupakan film daur ulang dari film Jepang tahun 2004 yang bernama sama, yang didasarkan dari novel karya Takuji Ichikawa. Film tersebut didistribusikan oleh Lotte Entertainment. Menurut IMDb, film ini mendapat nilai 7,6 dari 10.

Untuk kalian yang belum menontonnya pasti penasaran seperti apa cerita di dalam film ini. Mari kita ketahui.

Awal cerita

So Ji Sub yang berperan sebagai Woo Jin merupakan seorang suami yang sangat baik hati dan sangat menyayangi keluarganya. Ia memiliki istri bernama Soo Ah yang diperankan oleh Son Ye Jin. Mereka memiliki seorang putra yang bernama Ji Hoo yang diperankan oleh Kim Ji Hwan. Mereka sangat bahagia, dan menjadi keluarga yang sempurna.

Kepergian ibu

Beberapa waktu kemudian, Soo Ah menderita penyakit yang serius. Tak lama, ia meninggal karena penyakitnya itu. Suaminya, Woo Jin sangat terpukul atas peristiwa itu. Ia belum siap kehilangan istri yang selalu menemani kesehariannya. Namun, ia menyadari bahwa ia masih memiliki anak yang masih dalam pertumbuhan, sehingga ia harus bisa mengurus anak itu dengan baik.

Setelah kematian istrinya itu, Woo Jin menjadi orangtua tunggal. Ia sangat berusaha untuk berperan sebagai ibu dan ayah. Ia berusaha untuk melengkapi kekurangan dalam keluarganya. Ia membesarkan Ji Hoo dengan sepenuh hatinya walau ia tahu itu bukan hal yang mudah. Woo Jin rela bekerja sebagai cleaning service di sebuah fasilitas kolam renang demi menghidupi anaknya itu.

Beberapa waktu berlalu. Oleh teman-teman dan keluarganya, Woo Jin sering dikenalkan dan dijodohkan dengan beberapa perempuan yang baik, namun Woo Jin masih belum bisa melupakan sosok mendiang istrinya itu. Ia belum bisa membuka hati untuk orang lain.

Ji Hoo belum bisa menerima

Di sisi lain, Ji hoo anak dalam keluarga ini juga belum bisa menerima kepergian ibunya dan belum mengerti konsep kematian. Ia hanya percaya bahwa ibunya itu belum meninggal dan hanya pergi ke atas awan. Bayangan tersebut didapatkan dari buku cerita yang ia baca mengenai ibu penguin yang pergi ke atas awan dan meninggalkan anaknya, namun kembali ketika musim hujan datang.

Ji hoo yang memiliki kepercayaan itu pun yakin bahwa ibunya akan datang seperti ibu penguin saat musim hujan. Ia bahkan selalu menantikan musim hujan dengan menonton ramalan cuaca.

Ketika musim hujan

Ketika musim hujan datang, Ji Hoo bersikeras untuk mengajak ayahnya ke satasiun. Ji hoo pun langsung pergi ke stasiun kereta diikuti oleh Woo jin di belakangnya. Ji hoo mencari-cari ibunya dan tidak mau pulang walau ayahnya terus membujuk, setelah menunggu lama Ji hoo tetap tidak bisa menemukan ibunya, Woo jin pun memaksanya untuk pulang.

Namun siapa sangka saat perjalanan pulang, Ji hoo dan Woo jin melihat seorang wanita yang pingsan di sebuah terowongan. Mereka yang melihat kejadian itu langsung bergegas membantu wanita tersebut. Betapa kagetnya mereka ketika melihat sosok wanita itu. Wanita itu mirip sekali dengan Soo Ah, ibu Ji hoo. Ji hoo pun mengira itu memang Soo Ah yang datang untuk menemuinya.

Membawa pulang

Woo Jin membawa wanita tersebut ke rumah dalam keadaan amnesia. Wanita itu telah mencoba untuk memulihkan ingatannya, namun tak kunjung ingat juga. Woo Jin di dalam perasaan kagetnya terselip rasa senang bahwa mungkin saja istrinya benar telah kembali. Ia merasa sedikit bersyukur karena bisa melihat anaknya bahagia bertemu dengan wanita yang mirip dengan ibunya itu.

Lambat laun, tak disangka ingatan wanita itu tak kunjung pulih. Ia malah sennag berada di dekat Woo Jin dan Ji Hoo. Wanita itu juga sangat mirip Soo Ah dari sifat dan perilakunya juga.

Ji Hoo yang masih mengira bahwa wanita itu benar-benar ibunya merasa sangat senang dan bahagia. Ia kembali menemukan sosok ibu yang selama ini selalu ia rindukan. Wanita itu berhasil mengembalikan kebahagiaan Woo Jin dan Ji Hoo yang selama ini kurang sempurna.

Menguras perasaan sedih

Film ini menghadirkan sebuah cerita yang mampu memainkan emosi penontonnya. Film ini juga seperti layaknya film-film melodrama Korea Selatan pada umumnya yang berhasil menciptakan suasana haru yang dapat menguras air mata.

Jika film melodrama lainnya berfokus pada kisah percintaan sepasang kekasih, maka dalam film ini hal yang akan ditonjolkan adalah drama keluarga. Meski di beberapa bagian ada cerita cintanya, tapi Be With You lebih banyak memainkan emosi penonton berkat cerita keluarga yang menyentuh perasaan.

Film ini memberikan gambaran betapa pentingnya sosok ibu dalam sebuah keluarga. Hal itu pun secara langsung memperlihatkan bahwa Soo Ah memberikan peran penting untuk suami dan anaknya.

Sepeninggalnya Soo Ah, Woo Jin dan Ji Hoo nampak menjalani hari-hari yang berbeda dari biasanya. Keduanya berusaha untuk tetap ceria dan semangat, meski tidak dipungkiri rasa sedih masih melekat dalam hati masing-masing. Woo Jin harus mengurus pekerjaan rumah tangga seorang diri, dan merawat Ji Hoo sebaik mungkin.

Kita dapat melihat betapa sayangnya dia kepada Ji Hood an Wo Jin, walaupun pada awalnya ia sempat hilang ingatan. Ji Hoo serta Woo Jin berharap bahwa kesempatan ajaib ini tidak boleh menghilang begitu saja. Maka sepertinya ia menyadari jika cepat atau lambat, ia akan pergi lagi untuk kedua kalinya.

Selain mengisahkan drama keluarga, film ini juga mengajak penonton untuk melihat kilas balik percintaan antara Woo Jin dan Ji Hoo semasa remaja. Di bagian tersebut, ceritanya disuguhkan dnegan manis dan klise seperti film drama Korea pada umumnya.

Sumber Gambar : instagram

Spread the love