Ibu, Bahagiakan Dirimu, Sejahteralah Anak-anakmu

0
319
Adorable boy and his pretty mom rub noses while eating breakfast in their home. Healthy food is on the table.

Tantangan di era cyber seperti sekarang, mendidik dan membesarkan anak tak gampang, selalu mendapat menilaian orang dari sekitar, dikit kurus dibilang tidak becus mendidik anak. Zaman sekarang, kita sebagai ibu terkadang cenderung ikut arus yang bebas, hingga bebas juga mendidik anak, ada juga fokus merawat anak hingga lupa membahagiakan diri.

Perilaku hidup antara anak dan ibu harus imbang, mau tidak mau ibu adalah guru terbaik, dan ibu harus selalu tanpil sempurna di mata anak-anaknya, jika tidak kemudian hari anak kita berkata, jika anak harus sempurna sedangkan orang tua seenaknya saja.

Pada kenyataannya, ternyata intervensi tak hanya datang dari omongan atau tulisan yang negatif saja. Inspirasi dan motivasi yang menyebar luas di dunia maya pun, yang notabenenya merupakan hal positif, bisa memberikan intervensi yang mempengaruhi objektifitas kita sebagai orang tua. Bukan karena kesalahan dari tokoh inspiratifnya, tapi karena jiwa kita yang masih sangat kerdil menerima apa yang menjadi kelebihan orang-orang diluar kita.

Di era digital dimana berita dan informasi dengan sangat mudah kita peroleh, kisah inspiratif dari orang-orang yang berhasil melewati ujian hidupnya tentunya sering kita temui. Banyak diantara tokoh inspiratif ini bahkan mampu memberikan inspirasi bahwa ujian membawa mereka untuk semakin dekat dengan Allah Subhanahuwata’ala.

Termasuk kisah-kisah inspiratif yang datang dari dunia parenting. Geliat menyebar manfaat luar biasa merebak di tengah masyarakat kita terutama dikalangan para orang tua. Yang tentunya bertujuan untuk memberikan inspirasi berharga bagi orang tua lainnya yang bisa saja tengah menghadapi ujian atau masalah serupa.

Namun memang, praktek tak semudah teori yang dibaca atau kata yang diucap. Inspirasi yang didapat pun tak jarang bukannya menguatkan, malah berbalik melemahkan kita dalam menjalani ujian demi ujian membesarkan dan mendidik anak-anak kita.

Ya begitulah. Ketika menjalani kehidupan dengan sekelumit dinamikanya, rasa-rasanya teori sehebat apapun, inspirasi terkeren sekalipun, akan terpatahkan dan terpental jauh-jauh oleh kerumitan hidup kita. Alih-alih solusi yang didapat, yang ada masalah malah dirasa semakin bertambah.

Tatkala kita membaca kisah inspiratif atau membaca sebuah teori parenting dengan maksud memotivasi diri, yang ada kita malah semakin terbanting dan mengkerdilkan diri sendiri. Sehingga tak jarang pada akhirnya banyak para orang tua terutama kaum ibu yang secara tidak sadar memendam kepanikan. Efeknya? Anak menjadi pelampiasan emosi atas kekurangmampuan kita dalam mengelola emosi, terutama dalam mendidik anak.

Tapi bukan seorang ibu kemudian jika ia tidak bisa menemukan jalan, atau solusi yang ia hadapi, masalahnya Cuma satu, bunda juga harus selalu bahagia, ceria, dan menikmati hidup ini dengan cinta. Hanya cinta pada anak dan keluarga saya sangat menyakini akan bisa mebebaskan belenggu masalah.

Pelukan suami akan bisa mengobati lara hati karena aktifitas yang sulit sekali selama sehari, dam senyuman si kecil akan selalu meberi cinta yang lebih kuat. Sebab itu bunda menjadi seorang ibu yang paling penting di jaga adalah kesucian hati, maka bunda akan merasakan bahagianya hidup dan keluarga termasuk anak-anak akan sejahtera.

 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here