Indahnya Berbagi

0
216

“Ayo,  Shan! Itu kereta kita.” Kak Widi menarik tangan Shani menuju gerbong pertama KRL Commuter Line Jakarta-Bogor. Gerbong khusu perempuan itu terlihat penuh. Untunglah, masih ada dua kursi  kosong di bagian tengah. Mereka berdua akan menengok kakek yang sedang sakit.

Shani baru membuka majalah yang dibelinya ketika Kak Widi   menyenggol lengannya. “Kita berdiri saja, Shan.” Pandangan Kak Widi mengarah ke pintu gerbong. Seorang Ibu menggendong bayi dan menggandeng gadis kecil berbaju biru tampak mencari-cari tempat duduk.

“Tapi, Kak… Bogor kan jauh,” elak Shani enggan.

Kak Widi menatap Shani lembut. “Mereka lebih membutuhkan tempat duduk,” katanya sambil menarik Shani berdiri dan memberi isyarat pada ibu itu untuk duduk.

“Terima kasih, Nak,” kata  si ibu lega.

Kak Widi mengangguk dan tersenyum. Shani diam saja. Mukanya cemberut. Majalah barunya ia masukkan dalam tas, lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela.

“Ini, dengarkan musik saja biar hatimu gembira.” Kak Widi memberikan *earphone* dan ponselnya pada Shani.

Shani  memutar lagu-lagu Simfoni Satwa favoritnya. Alunan musik yang indah sedikit menghibur. Perlahan senyumnya mengembang mengikuti irama musik yang ceria. Rasa kesalnya pun menghilang.

Seorang nenek naik ketika kereta berhenti di stasiun berikutnya. Tak ada tempat duduk kosong. Kak Widi membantu agar nenek itu dapat berdiri dengan lebih nyaman.

Si gadis kecil berbaju biru menghampiri mereka. “ Duduk sini, Nek!” katanya ramah, lalu menuntun si nenek ke tempat duduknya.

Shani memandang kagum gadis kecil itu. Tanpa diminta ia memberikan kursinya  untuk penumpang lain yang membutuhkan. Mengingat sikapnya sendiri, Shani merasa malu.

“Kak, minta minum dong. Haus nih,” kata Shani.

“Bekalnya kamu yang bawa, kan?”

“Ya… lupa, Kak. Ketinggalan di meja makan,” jawab Shani sedih.

“Ini untuk Kakak.” Si gadis kecil berbaju biru menyodorkan sebotol air mineral dan sebatang cokelat.

“Wah… terima kasih, Dik. Kamu baik sekali.” Shani pun berkenalan dengan gadis kecil yang sangat menyenangkan itu. Sepanjang sisa perjalanan mereka  bercerita dan bercanda bersama. Shani sangat menikmati perjalanannya kali ini.

.

.

fransiscaOleh: Fransisca Emilia, Asal Balikpapan

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here