Istri yang Bahagia adalah Kunci Keluarga Bahagia

Istri yang Bahagia adalah Kunci Keluarga Bahagia

Percayalah, pernikahan akan menambah kebahagiaan hidup. Kalau setelah menikah malah jadi pusing, pasti ada hal yang keliru. Kata seseorang, pernikahan menyempurnakan kebahagiaan dalam hidup. Semula hanya 30%, setelah menikah jadi bertambah 80%. Sungguh, berbahagialah menjalani bahtera rumah tangga bersama pasangan.

Maka semua istri adalah manusia yang berbahagia. Punya suami yang baik dan mau bekerja keras demi keluarga, memiliki anak yang lucu akan membuat hidup semakin berwarna.

Setelah menikah, tujuan hidup menjadi semakin jelas. Membahagiakan pasangan dan membesarkan anak sebaik mungkin. Untuk kedua hal itu, kita rela melakukan usaha seberat apapun. Mengucurkan keringat, menghabiskan tenaga untuk mereka semua.

Namun ada satu kunci yang kerap tak disadari mengapa keluarga Anda bahagia. Itu disebabkan sosok istri yang bahagia.

Istri yang bahagia adalah kunci dari keluarga harmonis.

Seorang istri sangat berpengaruh di dalam keluarga. Dialah yang mampu menyambungkan komunikasi antara suami dan anak dengan baik.

Istri adalah seorang manager terbaik di dunia. Bayangkan betapa banyak pekerjaan yang perlu ditanggungnya setiap hari. Tapi ia tidak pernah mengeluh. Selalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat kebutuhan keluarganya terpenuhi.

  • Secapek apapun istri, dia akan tetap mengerjakan pekerjaan rumah dengan bahagia.

Baginya, tidak ada pekerjaan paling nikmat selain menjalani peran sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Dia menempatkan keluarga sebagai prioritas yang tak dapat dikalahkan oleh urusan lain.

  • Ini karena perempuan sudah memiliki bayangan jadi istri yang baik sejak dini. Mereka sudah mempelajari masak, bersih-bersih, dan beres-beres rumah sejak gadis dulu.  

Maka jangan heran apabila rumah selalu terlihat bersih, rapi, dan wangi. Istri selalu bersedia untuk melakukan itu walau tanpa bantuan. Ia sadar sepenuhnya, rumah yang tidak berantakan mencerminkan istri yang hebat.

Istri selalu berusaha membuat masakan terbaik bagi suami dan anak-anaknya. Jangan pandang dari rasanya, mungkin tak selezat masakan koki restoran. Rasanya mungkin biasa saja, tapi di balik itu terdapat usaha tulus untuk menyajikan makanan paling nikmat. Istri memasak sepenuh hati.

Maka wajar saja jika ia merasa marah saat suaminya lebih memilih makan di luar rumah. Kenapa suami harus makan di luar padahal istrinya sudah masak di rumah. Suami harus suka makan di rumah untuk menghargai perjuangan istrinya.

  • Setiap perempuan selalu berusaha menjadi istri yang baik. Hanya saja, tak semua suami dapat melihat usaha tersebut.
Foto-foto : Ilustrasi

 

Saat istri sudah memasak dan membereskan rumah, tidak ada tanggapan menyenangkan dari suami. Bukannya memuji istri, eh, suami malah nyelonong masuk kamar dan istirahat. Itu bikin sakit hati istri.

Memangnya buat siapa istri bekerja keras selama ini? Tentu saja buat suami tercinta. Semua kerja kerasnya ditujukan untuk kebahagiaan suami dan anak-anak. Lah kalau suami malah cuek dan tidak peduli dengan itu, bagaimana hancurnya hati istri.

Setidaknya, pujilah usaha istri. Sanjung ia dengan ucapan yang manis dan lembut. Mungkin pujian seperti “Makasih ya Bun udah bikin rumah kita nyaman,” atau “Masakannya enak banget ini.”

Istri memang tidak pernah mengharap pujian, tetapi ia akan merasa sangat bahagia apabila suami mau memujinya.

  • Maka Bahagiakanlah istrimu. Sebab istri yang bahagia adalah kunci keluarga bahagia. Jika istri selalu dirundung kesedihan, tinggal menunggu waktu sampai keluarga jadi berantakan dan tidak terurus.

Istri yang bahagia adalah kunci penting keluarga bahagia dan harmonis. Istri bahagia akan melakukan segala upaya untuk menjaga keutuhan keluarga. Ia memberi lebih banyak dari yang diterimanya tanpa mengharap imbalan.

Melihat suami dan anak-anak tersenyum setiap hari jadi kebahagiaan tersendiri baginya. Itulah tujuan hidup istri bahagia, menyebarkan aura positif dalam keluarga.

Suami, pastikan istrimu merasa bahagia ya. Dengan cara itu keluargamu akan langgeng dan harmonis sampai tua nanti. Jika diibaratkan, suami adalah nahkoda kapal rumah tangga, sementara istri adalah navigator kapal yang menunjukkan arah menuju kebahagiaan.

Comments

Close Menu