JANGAN JADIKAN ALASAN KEMARAHAN SEORANG IBU, ADA CINTA YANG SANGAT BESAR

0
78

Ada kalanya memang seorang ibu histeris marah pada anak-anaknya, ketika anaknya bertingkah aneh secara berlebihan yang hal itu akan berakibat meruusak tumbuh kembangnya. Semisal tak henti-hentinya bermain hal-hal yang kotor, sering berantakin semua isi rumah yang sudah rapi dan bersih, lain lagi rewel yang memcah suasana ruangan rumah.

Marah itu penting demi kebaikan, tapi marah yang rasional, bagaimana caranya ? ya Bunda harus berani berhotbah di depan anak-anaknya dengan tegas, mengunakan kalimat yang lugas, mendidik, dan tidak emosi dengan kata-kata yang tidak sepantasnya, seperti anak di ibaratkan dengan sesuatu yang menjijikan, atau hewan-hewan buas.

Marah dengan mengatakan yang sesungguhnya jauh lebih baik  untuk di ucapkan seperti, “ Sayang jangan pernah mengotori lantai, Mama sudah habis bersihin, ade tau orang yang menjaga kebersihan itu disayang tuhan, dan bagian dari Iman.”

Boleh agak mengancam, “ Nanti bisa Masuk Neraka loe.”

Agak bernada tinggi sedikit tidak menjadi problem, asal itu kalimat yang cantik. Saran saya Cuma satu, hati-hati jangan sampai membentak anak hingga kemudian bisa merusak mentalnya. Yang malu kemudian orang tuanya sendiri karena anaknya jadi suka tidak bergaul, tidak ceria, dan kreatif seperti teman-teman lainya.

Banyak orang yang bilang membentak anak karena itu sayang, This wrong! Bagi saya itu tetap perilaku yang sangat salah sekali. Sejauh riset yang saya baca dan berapa pendapat parah ahli anak membentak itu tidak dibenarkan dimanapun.

Bagaimana yang semestinya kemarahan itu bisa berbuah kasih sayang, seperti yang saya katakan berkali-kali besikap dewasa saja, jangan bersikap ke kanak-kanakan. Artinya jika anak ada kesalahan bukan justru ibunya yang rewel.

Walaupun saya sangat memaklumi kemudian, sesama ibu kadang kemarahan muncul begitu saja disebabkan karena lelah, bosen dan bingung dengan beban mengerjakan tugas rumah tangga.

Akan tetapi, Jika Bunda marah terlalu berlebihan hal itu sangat berisiko, lebih baik Bunda tidak buat anak jika tidak siap, walaupun maksud Bunda baik untuk memberikan pendidikan yang sangat berkarakter pada anak-anaknya.

Jadi sekarang tugas yang paling penting bagi ibu adalah bisa membedakan dengan jelas kasih sayang dan kebencian pada anak. Jika Bunda salah mendidik itu akan bisa membuat anak rusak. Rusaknya anak dengan berapa kejadian :

Memukul secara fisik. Melakukan tindakan kasar pada anak jelas itu bukan kasih sayang, itu ajakan atau pelajaran yang justru anak menjadi lebih kejam dan sadis pada orang lain. Karena dari sejak dini ia tau bahwa tindakan fisik adalah pelajaran dari orang tuanya.

Berikutnya memarahi anak di depan publik. Tidak sedikit ibu yang sering memarahi anaknya di depan publik bahkan sampai menangis, dicubit sampai memar, dan dimaki-maki seperti musuh sendiri.apa yang terjadi, biasanya anak minta mainan, atau jajanan, tapi ibunya kadang tidak membawa uang yang cukup tapi anak ngotot tetap ingin memintanya.

Apa yang semestinya di lakukan seorang ibu? Cukup gampang “ Berkata dengan sejujurnya,” bahwa ibu sedang lagi tidak membawa duit, bujuk anak dengan baik-baik sampai ia mau mengerti, memang butuh kesabaran yang tinggi untuk hal itu. Bisa juga mengatakan bahwa ibu sedang tidak punya duit, dan jangan lupa jelasin dengan kasih sayang.

Pokoknya ne ya jika pengen anak kita bisa tumbuh dengan sehat, jelas secara fisik bisa dengan memberikan madu anak, atau susu kambing sudah cukup, tapi jika mental harus dengan kesabaran dan tutur kata yang baik pada anak-anak kita semua.

Saya masih sepakat dengan pepatah lama yang mengatakan, “ Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya.” Artinya jangan sampai anak kita diberikan pelajaran yang kemudian bisa merusak masa depanya. Tak ada penjelasanya jika pendidikan yang keras pada anak justru bisa membuat anak lebih baik, malah justru ia akan melampiaskan rasa sakit hatinya secara turun menurun pada anaknya kelak.

Dendam itu akan selalu ada dalam diri setiap orang, jangan sampai hal ini bisa menimpah anak-anak kita tercinta, yuk bebagi cinta sesama anak dengan tutur kata yang lembut.

 

 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here