Kejujuran, Kepercayaan, dan Komunikasi adalah Pilar Pernikahan

Kejujuran, Kepercayaan, dan Komunikasi adalah Pilar Pernikahan

Pernikahan berjalan bersamaan dengan kemauan masing-masing pasangan untuk saling jujur, percaya, dan berkomunikasi. Tanpa kejujuran, apalah arti kasih sayang yang pernah diucapkan. Tanpa kepercayaan, rumah tangga hanya akan diisi kecurigaan. Tanpa komunikasi, keduanya akan kehilangan arti kehadiran pasangan.

Ketiga hal tersebut adalah pilar pernikahan yang sepatutnya dijaga dengan baik. Jika suami Bunda mau bekerja keras menjaga ketiganya, Insyaallah pernikahan berjalan dengan baik.

Ketiga hal itu tak boleh diabaikan. Kalau saja diabaikan, tentu akan menimbulkan dampak yang tak diinginkan. Para pakar pernikahan sangat memperhatikan tiga hal ini. Banyak pertengkaran suami istri terjadi karena ketiga hal ini tidak terjaga dengan baik. Begini alasannya.

  1. Kejujuran menandakan hubungan yang tulus. Saling memiliki berarti saling memberi tahu segala hal yang terjadi dan dirasakan.

Bunda dan suami adalah sepasang jodoh yang memilih hidup bersama. Sudah siap menerima pasangan apa adanya. Termasuk juga menerima perasaan-perasaan yang dimilikinya.

Kejujuran menjadikan hubungan berjalan dengan baik. Meski kadang, kejujuran terasa pahit. Tapi itu lebih baik daripada kebohongan.

Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang suka dibohongi. Semua pasti begitu. Jika tahu diri kita dibohongi, itu tentu sangat menyakitkan. Apalagi terhadap pasangan sendiri yang merupakan teman seumur hidup.

Buatlah komitmen untuk saling menjaga kejujuran di antara pasangan. Jangan sampai tidak jujur karena dibohongi itu tentu menyakitkan.

  1. Kepercayaan itu modal penting agar hubungan tenang. Saling menitipkan rasa percaya di antara pasangan membuat hubungan tetap harmonis.

Bayangkan jika Bunda tak saling memberi kepercayaan pada suami. Yang terjadi hanyalah pertengkaran karena kecurigaan tiada akhir. Karena kurangnya rasa percaya, semuanya bisa berantakan.

Suami menuduh istrinya jalan-jalan, istri menuduh suami sedang dekat dengan teman wanita satu kantor. Sangat berbahaya.

Tentu saja cara menjaga kepercayaan dengan membuktikan bahwa dia tidak melakukan tindakan aneh-aneh. Sekali kepercayaan pasangan diciderai, kepercayaan akan sulit dikembalikan.

Maka jagalah kepercayaan pasangan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai rumah tangga berjalan tanpa dilandasi rasa saling percaya.

  1. Komunikasi tentu tak dapat diragukan sangat fundamental. Tanpa komunikasi, apalah arti sebuah hubungan.

Pasangan harmonis selalu menjaga komunikasi terbuka. Hanya saja, tidak semua komunikasi menghasilkan kebaikan dan keharmonisan bagi pasangan.

Komunikasi yang buruk bisa saja malah memperburuk hubungan. Misalnya hubungan yang disertai makian atau umpatan. Tentu itu membuat hubugan tidak harmonis.

Komunikasi yang baik diucapkan dengan kata yang lembut dan saling percaya antara pasangan. Dilangsungkan secara intens agar tidak ada jarak di antara pasangan.

Dengan komunikasi yang intens, Bunda juga bisa mengenal pasangan semakin baik dari hari ke hari. Bahkan kalau diingat-ingat lagi, pertemuan Anda dengan pasangan diawali oleh komunikasi yang baik.

Maka tiada alasan mengurangi komunikasi setelah menikah. Apalah arti hubungan tanpa adanya komunikasi. Seharusnya, jodoh kita adalah teman ngobrol terbaik.

Comments

Close Menu