Ketulusan Bunda dan Ayah Adalah Kunci Sukses Masa Depan Anak

Ketulusan Bunda dan Ayah Adalah Kunci Sukses Masa Depan Anak

Ada kata mutiara emas yang perna dikatakan Thomas A.Edison perihal mendidik anak, dan arti dari sebuah kesuksesan. Kata-kata ini menjadi pengikat kuat pada saya untuk selalu mendidik anak agar supaya ia bisa mencapai mimpi masa depan dan arti dari sebuah kegagalan yang tak perlu di ragukan apalagi di sesalkan.

Ia berpendat seperti ini, “ aku tidaklah gagal. Aku hanya menemukan 10.000 penemuan yang tidak berfungsi dengan baik.” Artinya kalimat ini mempunyai kandungan yang luar biasa pada kita agar bisa memberikan pendidikan pada anak agar supaya bangkit menciptakan rasa ingin taunya tinggi. Karena setiap pengatahuan yang baru akan mendapatkan pengalaman yang bisa membuat ia akan semakin sukses.

Lebihnya ia akan terbiasa dengan kegagalan yang mengantarkan pada gerbong yang lebih baik, sebab memahami bagaimana ia akan bertindak dan yang mana harus di di tinggalkan. Maka dari itu mari kita belajar dan mempelajari anak dengan baik, dengan berapa pelajaran penting.

Anak Adalah Peniru Terbaik

Anak balita sampai beranjak usia minimal kelas V SD (Sekolah Dasar). Ia adalah peniru ulung pada apa yang ia tangkap dari sekitarnya. Terlepas itu pengruh yang berdampak buruk maupun baik pada dirinya. Tapi yang jelas masa tumbuh kembang kecerdasan anak di usia yang seperti itu adalah masa kelancaran ia belajar.

Maka tak jarang setiap kali orang tua pada usia sekitar (0-3 tahun) orang tua selalu mengajak anaknya untuk bisa bicara, sehingga di dengerin bunyi-bunyian. Tujuanya satu, hanya inginkan mendengarkan kalimat, maupun ucap yang tak begitu tegas “Mama, mama, dan mama.” Sehingga pada saatnya ia mampu bicara dan tentunya ibunya merasa akan senang.

Seperti halnya yang dikatakan oleh ibu Regia Dian Karlina, asal kebumin, bawah lingkungan sungguh sangat berpengaruh terhadap karakter maupun gaya hidup anak. ibu dian sendiri mendidik anaknya yang bernama Muhammad Asyraf, dari sejak dalam kadungan sampai ia berusia 14 bulan sekarang dengan melatinya untuk selalu play ayat-ayat suci, dan membiasakan untuk selalu ikut kemasjid.

Dampak yang sekarang ia rasakan adalah, ia tidak rewel, aktif dan selalu mau ikut ke masjid untuk selalu shalat berjama’a bersama kakeknya. “ia akan nangis jika tidak di ajak kemasjid, dan mainannya juga harus saya pilih untuk masa tumbuhnya, dan tak pernah membatasi keinginya seperti apa.” Tutur-nya.

Pesan saya buat para bunda maupun ayah yang sudah punyak anak maupun masih belum, hal yang perlu di persiakan terlebih dahulu adalah melakukan persiapan mental dengan bekal pengatahuan  yang cukup agar bisa memdidik anak dengan baik. Terutama tentang tingkah laku dan memberikanya pengaruh yang baik dari sejak dini. Sebab kesukesan anak tergantung pada orang tuanya untuk mendidiknya pada jalan kesuksesan.

Hal yang perlu di pelajari buat masa tumbuh dan perkembangan anak supaya ia bisa sukes kelak adalah :

Memaknai Kehidupan

Pertama, memberikan pelajaran pada anak tentang dasar-dasar dari dari kehidupan yang berkaitan dengan dirinya, seperti halnya kedisiplinan. Karena anak adalah peniru terbaik, maka kita harus juga bisa memberikan lingkungan yang terbaik, akibtanya jika kita tidak memberikan pijakan pada yang baik.kesukesan pada dirinya akan tidak terukur dengan baik, atau justru pertaka keluarga.

Kesabaran

Kedua, adalah kesabaran. Terkadang memeng ketika baru saja mempunyai anak tubuh kita akan merasa terkuras habis. Sedikit-sedikt ia akan menangis, sedikiti-sedikit, ia akan pipis, dan buang air besar, belum lagi tangisan yang tanpa sebab, entah apa yang ia inginkan, walaupun sudah mendekap dipangkuan sang ibu dengan ASI .

Dari situ kesabaran itu akan betul-betul teruji. Tapi bunda harus tau hal demikian bunda melakukanya dengan benar-benar tulus, maka emosi dan ikatan batin sampai dewasa akan kuat pada anak. dan anak akan tetap sayang sama bunda.

Hindari Pelajaran Yang Jorok

Anak yang masih usia kecil tidak boleh di perlakukan dengan keras, apalagi sampai membentaknya, sehingga melahirkan caci maki yang tak layak di sandingkan dengan anak kita, seperti monyet dan hewan yang tak besalah lainya. walaupun ada sedikit kesalahan pada anak jika kita bijak bukan berarti kita harus menyalahkan anak, tapi mencari penyebab masalahnya.

Comments

Close Menu