Kucing dan Makan Siang Vita

0
310
cerita anak

Vita adalah seorang gadis kecil yang baru berusia empat tahun. Rambutnya keriting, wajahnya manis dengan hidung yang mancung. Namun giginya sedikit keropos. Kata Bunda, Vita kurang rajin menggosok gigi setiap mau tidur, sehingga sebagian giginya di gerogoti kuman-kuman jahat.

(Nak, jangan lupa gosok gigi ya sebelum tidur, biar giginya sehat dan tidak keropos)

Suatu hari Bunda membuatkan makan siang Vita berupa ikan bandenga dengan lauk tempe dan sayur bayam. Bandeng adalah makanan kesukaan Vita, rasanya gurih dan dagingnya empuk. Selain itu ikan bandeng, kata Bunda, juga memiliki gizi yang baik untuk pertumbuhan Vita.

“Vita, ayo makan dulu yaa, gambarnya nanti dilanjutkan lagi,” kata Bunda.

“Iyaaaa… Bunda,” jawab Vita sambil merapikan kembali kertas dan pensil warnanya.

“Makan sendiri yaa, di meja makan ini. Jangan lupa sebelum makan berdoa dulu yaaa…”

Vita mengangguk mendengar permintaan Bunda itu. Ia menuruti kata Bunda, sebelum ia mengambil makanan, Vita terlebih dahulu berdoa.

Tak lama kemudian Vita dikejutkan dengan bunyi hewan.

Meeooong… Meeeoong… Begitu bunyi hewan itu. Vita menengok ke kanan dan ke kiri, mencari sumber suara hewan tersebut.

“Meeeoong…”

Ternyata ada seekor kucing di depan pintu rumah Vita. Kucing itu warnanya coklat, dengan belang coklat tua. Kucing itu duduk di depan pintu sambil mengibas-ibaskan ekornya.

“Bunda…” panggil Vita. “Ada kucing di depan rumah, Bund….”

“Iyakah?” jawab Bunda dari dapur.

“Iya, Bunda… Terus gimana? Daritadi meong.. meong terus.”

“Mungkin kucingnya lapar, Nak…”

Vita diam sejenak. Ia berpikir; ada kucing yang sedang lapar, meminta makanan, dan ia mempunyai satu ekor bandeng di dalam piringnya.

Vita jadi teringat saat ia lapar dan melihat Bunda, maka ia langsung meminta makan. Dan Bundanya tak lama kemudian akan memberi Vita makanan. Nah, sekarang saat Vita mau makan ada kucing lapar yang minta makan, lalu apa yang harus Vita lakukan?

Vita lalu membagi bandengnya. Ia potong secukupnya, lalu ia berjalan sambil membawa potongan bandeng itu. Melihat Vita datang, si kucing semakin mengeong. Meong.. Meong…

“Pus, sini puss…. Kamu makan ini yaa..” kata Vita sambil memberikan potongan bandeng yang ia bawa tadi.
Meoong.. Meoong… Si kucing nampak senang. Ia berlari-lari di sekitar kaki Vita. Lalu tak lama kemudian kucing itu memakannya.

Setelah itu Vita kembali ke meja makan. Kembali menikmati makan siangnya yang sempat tertunda.

Melihat kejadian itu, Bunda hanya tersenyum saja.

“Semoga kamu jadi anak yang sholeh dan baik hati ya, Nak,” ucap Bunda dalam hati.

***

Ajarkan anak untuk selalu berbagi dan menyayangi. Baik dengan orang lain maupun terhadap binatang.

(Gunakan cerita ini sebagai referensi dalam mendongeng anak sebelum tidur. Berceritalah, Ma!)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here