KURANGI MUKA GALAK PADA ANAK, ITU LEBIH BAIK DARIPADA BUNDA MEMBERIKAN HADIA MAINAN BARU

0
175

“Mencintai anak tidaklah cukup, yang terpenting adalah anak-anak menyadari bahwa mereka dicintai orangtuanya.” – St. John Bosco

Pasang muka garang pada anak adalah perbuatan yang sangat tidak baik, itu sama buruknya dengan mengunjing tetangga yang habis beli perabotan rumah tangga. Tugas ibu pada anak pastinya mendidik, memberikan contoh yang baik-baik.

Anak itu anugerah yang di titipkan oleh tuhan, harus selalu dirawat, serta dipelihara bak hiasan bungga yang elok dipandang mata setiap harinya. Oleh sebab itu ia tak boleh dijadikan beban atau hambatan yang kemudian membuat kita pasang muka galak pada anak-anak kita.

Sungguh keterlaluan kemudian ada yang bilang anak itu selalu menjadi hambatan untuk melaksanakan kegiatan, atau urusan rumah tangga, hingga harus ditendang dan dijauhkan dari pandangan. Kadang saya sangat perihatin melihat anak selalu di cubit atau ada yang tak segan memukulnya sampai ia merembas air mata.

Kadang aku justru ikut menagis tak tega melihat kejadian-kejadian yang seperti itu, aku hanya bisa menegur dengan halus pada orang tuanya, walaupun tak digubrisnya. Kejadian seperti ini kadang memukul hati banget.

Kadang saya banyak bertanya pada ibu yang berani seperti itu pada anaknya,setelah ia menjawab hampir rata persolan sederhana, ia tidak mau lepas dari ibunya, sedangkan pekerjaannya masih numpuk, mulai dari cucian rumah sampai masak untuk keluarga.

Anak yang seperti itu sebenarnya menurut saya sangat bagus, ia mau berbagi dan belajar lebih dari ibunya. Bisa saja alasan yang lainya, yaitu rindu karena ibunya tak pernah memberikan kehangtan kasih sayang hingga ia minta perhatian dengan bahasa lain.

Disini menjadi seorang ibu memag tidak gampang,  tidak hanya dituntut untuk membesarkan saja, akan tetapi bisa dengan pekah memahami gejala lain pada anak-anak, hingga tugasnya adalah menjadi orang tegar dan kuat.

Bisa saja memang anak butuh kasih sayang lebih, ada rasa rindu untuk selalu dipelukanya karena bundanya memang lebih memilih menjauh. Banyak pula saya temui kadang karena saking ibu tidak mau diganggu, ia lebih memilih membelikan mainan atau game supaya ia fokus duduk dan tak ada waktu bermain bersama ibu dan ayah.

Padahal memisahkan jarak antara ayah dan ibu pada anak merupakan hal yang sangat tidak baik buat tumbuh kembangnya. Di usia yang sangat dini anak harus selalu dekat dengan ibunya, ia butuh banyak pelajaran yang baik pada kedua orang tuanya.

Jika orang tua memberikan muka garang pada anak 70 % menurut banyak para ahli, maka muka ceria pada anak akan hilang. Ia akan lebih memilih menjadi orang yang tidak suka bergaul, sensitif, dan mudah marah pada orang lain.

Biasanya ingin selalu menjadi orang yang paling benar dan dituruti oleh orang lain, karena memang pada dasarnya orang tua mendidiknya seperti itu. Oleh sebab itu buat Bunda yang menyebar tulisan ini atau membacanya, yuk Kampanye anti kekerasan pada anak.

Anak itu adalah tonggak masadepan yang harus selalu di rawat dan dijaga demi keberlangsungan hidup antara sesama. Merawat anak merawat kehidupan.

Semakin kita melindungi anak setiap kali ia merasa kecewa, semakin dahsyat kekecewaan yang akan ia rasakan di masa yang akan datang.” – Fred G. Gosman, penulis buku ‘How to Be A Happy Parent… In Spite of Your Children.’

Semoga tulisan ini bisa membantu kita menyadarkan ibu-ibu yang galak pada anak-anaknya di seluruh dunia. Karena seperti yang saya katakan di awal mengurangi muka galak lebih baik daripada memberikan mainan yang bagus pada anak. Karena mengurangi muka galak sama halnya dengan memberikan kehidupan baru pada anak.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here