Lakukan Hal Ini Agar Suami Bunda Menjadi Seorang Ayah yang Hebat

Lakukan Hal Ini Agar Suami Bunda Menjadi Seorang Ayah yang Hebat

Saya benar-benar bersyukur memiliki suami seperti dirinya. Itu benar-benar saya rasakan usai saya melahirkan anar pertama.  Setelah si kecil melihat dunia, laki-laki yang sudah menemani saya berumah tangga selama dua tahun itu memperlihatkan tanggung jawabnya sebagai ayah.

Wakatu fisik saya masih lemah usai melahirkan, dialah yang mengurus segala kebutuhan bayi. Mata saya berlinang air mata tiap kali ia mau membopong bayi dan mengajaknya bercanda. Membuat saya terharu. Sepertinya dia benar-benar sudah mempersiapkan diri sejak sebelum menjadi ayah.

Suami saya sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Setelah proses persalinan selesai dan kami kembali ke rumah, ia masih saja getol mengurus bayi. Tampa menikmati peran barunya sebagai ayah seorang bayi laki-laki.

Baca juga: Betapa Mudahnya Kita Mencela Anak, Betapa Sulitnya Kita Memuji Anak

Saya hanya terkekeh melihatnya belajar mengganti ppopok. Awalnya tampak kikuk dan hati-hati. Takut salah ambil langkah menangani bayi yang tubuhnya sangat lembut dan ringkih. Tapi ia berpura-pura bisa mengganti popok dengan baik. Meski cukup lama, tetapi toh ia berhasil juga mengganti popok si bayi.

Malam ketika saya sudah lelah dan berbaring di ranjang, saya lihat dia membuka Youtube untuk melihat tutorial pengasuhan bayi. Cukup lama saya kira, dan itu amat membahagiakan.

Apa tingkah laku suami saya itu akan tetap bertahan? Sampai anak-anak besar dan membutuhkan lebih banyak lagi perhatian dan bantuan orang tuanya? Saya kira suami saya akan melakukan apa yang terbaik sekuat tenaganya.

Sampai anak kami berusia empat tahun saat dia sudah pintar bicara. Saat itulah ayahnya punya peran tambahan untuk membacakan dongeng tentang pangeran pemberani pada anak laki-lakinya.

Saya yakin suami bunda juga sebaik suami saya.

Meskipun tidak sedikit juga ayah yang enggan membantu mengurus bayinya. Mereka berpikir bahwa tugas utama seorag suami hanyalah mencarikan nafkah guna memenuhi kebutuhan anak. Soal kasih sayang dan perhatian pada anak, itu urusan ibu.

Baca juga: Apakah Kita, Orang Tua yang Tergesa-Gesa dan Suka Memaksa Anak?

Seakan-akan dengan bekerja sehari semalam, tuntas sudah kewajiban menjadi ayah. Sebagian laki-laki berpikiran bahwa seorang ibulah yang paling mengerti kebutuhan dan keinginan anak. Di awal kelahiran ibu yang akan menghabiskan waktu bersama lebih banyak dari ayahnya. Benar hal itu terjadi.

Namun menganggap anak tak membutuhkan ayahnya adalah kesalahan besar. “Anak hanya menginginkan kehadiran ibu,” itu pernyataan yang sepenuhnya tidak benar.

Sebab setiap anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang seimbang dari ayah maupun ibunya.

Meski bayi membutuhkan ibunya setiap waktu untuk minum ASI atau sebagainya, bukan berarti hal itu sudah cukup untuk tumbuh kembangnya. Memangnya, kelak dengan siapa ia akan bermain sepak bola? Dengan siapa dia akan berlari jauh di sore hari?

Bayi laki-laki membutuhkan ayahnya sebagai seorang teman terbaik. Sementara anak perempuan akan melihat ayahnya sebagai figur laki-laki idola yang pertama. Iyalah, kelak dia akan memilih seorang laki-laki sebaik ayahnya.

Maka ayah harus hadir ikut mengasuh bayinya. Pendapat klasik soal tanggung jawab tunggal ibu untuk mengasuh bayinya tentu saja salah. Jangan pernah berpikir bahwa anak hanya membutuhkan ibunya seorang.

Walaupun kala menjadi seorang ayah, suami biasanya kebingungan. Tentu saja suami saya merasa bahagia melihat wakajh bayi mungil itu. Dan meski, ya, sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebagai ayah, hal-hal baru yang ia hadapi butuh pembelajaran.

Baca juga: Wahai, Ayah Bunda.. Jangan Suka Marah-Marah, Buatlah Anak Nyaman dan Senang di Rumah

Ada beberapa hal yang biasanya menjadi kebingungan ayah baru.

Pertama adalah bingung. Perubahan kondisi dari seorang suami menjadi ayah memberinya tanggung jawab baru. Sama seperti bunda juga, kan. Kini ia harus mau memperhatikan bayi kecil yang merupakan bagian dari tanggungan hidupnya.

Di dalam rumah, interaksi sesama penghuninya tidak dapat diselesaikan hanya dnegan bicara. Masa bayi satu bulan mau disuruh ganti popok sendiri. Kan enggak mungkin. Jadi ayah kudu belajar mengerti keinginan bayi yang biasanya diungkapkan lewat tangisan.

Apakah tangisan bayi itu adalah tanda minta ganti popok? Atau lapar? Hmmm, ayah yang baik kudu memahami arti tangisan bayi, ya.

Terus bersabar menghadapai bayi sampai nanti ia dapat bicara dan mengatakan apa keinginannya. Selam itu kita orang tua harus bersabar. Toh tak ada yang sia-sia. Dengan hadirnya titipan Tuhan di dalam rumah itu berarti juga setiap usaha merawatnya akan diganjar pahala.

Jangan pernah lelah menjadi ayah yang perhatian. Tetaplah berusaha meluangkan banyak waktu membantu ibu anak mengurus si bayi. Secapek apapun.

Suatu saat seorang ayah mungkin akan merasa benar-benar lelah menghadapi tanggung jawab mengurus bayi. Perusaan cinta dan kasih sayang berubah jadi mati rasa dan hampa. Semacam baby blues yang sering menimpa ibu baru.

Baca juga: Sekolah Terbaik adalah Sekolah yang Membuat Anak Nyaman dan Gembira

Ayah juga bisa merasa demikian. Menginginkan masa-masa berdua dengan istri terulang kembali. Karena waktu luang untuk berduaan bersama istri terkikis sebab kehadiran bayi. Jika ada perasaan seperti itu, segera obrolkan dengan istri. Jangan dipendam terus, nanti depresi.

Bukankah tujuan dari pernikahan adalah regenerasi keturunan. Agar kehidupan terus berlanjut dan generasi baru muncul. Maka perteguh tujuan itu dan segera singkirkan perasaan yang bercampur aduk dan naik turun itu. Konsekuensi menjadi orang tua adalah kehilangan banyak waktu untuk berduaan semesra paca pacara. Lagian juga udah enggak muda lagi. Hihi.

Suami masih bisa kok berduaan walau dengan waktu yang sedikit. Sesekali bisalah curi-curi waktu saat anak tidur lelap. Saya dan suami juga terkadang curi-curi waktu agar kehangatan hati di antara kami berdua tetap terjaga. So sweet.

Dengan kehangatan sepasang suami istri yang terjaga, ibu maupun ayah juga akan dengan senang hati mengurus bayi kecil yang paling membutuhkan perhatian saat ini.

Si ayah baru harus betul-betul memahami kalau anaknya membutuhkan perhatian lebih dari istrinya. Gaya banget saya, padahal juga perhatian. Hehe.

Demikianlah, saya hanya ingin berbagi. Tidak menginginkan ada bunda sekalian yang kerepotan sendiri mengasuh bayi. Sementara ayahnya enggak mau tahu. Kerja terus nyari uang tapi abai sama darah dagingnya sendiri. Kasian lho si kecil.

Kalau biasanya kita denger supermom, marilah ayah sedunia menjadi superdad bagi anak-anaknya. Kemajuan teknologi atau fasilitas apapun di dalam rumah tidak akan pernah sanggup menggantikan kasih sayang seorang ayah.

Ayah yang hebat merupakan dambaan setiap anak. Akan jadi sosok ideal pria dewasa bagi anak laki-laki, dan figur pasangan ideal bagi anak perempuan.

 

anak susah makan

Comments

Close Menu