Loh, Kok Mama yang Tidur Dijagain Anak

Loh, Kok Mama yang Tidur Dijagain Anak

Jam dinding dengan jarum yang seolah berkejaran sudah menunjukkan waktu tengah hari. Jarum panjang berjalan lambat tapi pasti pada angka enam, sedangkan jarum pendek sudah sedari tadi berhenti mengambil nafas ditengah antara angka duabelas dan angka satu.

Jarum satunya, dengan tubuhnya yang ramping dan kurus, seolah-olah tak kenal lelah terus saja berlari mengitari angka satu hingga duabelas.

Di luar cuaca sedang panas-panasnya. Maklum daerah ini termasuk dataran rendah dekat pantai. Rey, anak saya yang masih berusia 2,5 tahun, sedang bermain truk mainan di lantai ruang tamu. Lebih adem di lantai. Itu ia lakukan setelah makan siang dan minum susu. Pun dimulutnya masih ada sisa-sisa belepotan ngemil pepaya.

“Rey, kesini,” panggil saya.

Rey diam saja. Masih asyik bermain dengan truknya.

“Raihan, kesini, Nak,” sekali lagi saya memanggilnya dengan suara agak keras.

Ia menoleh. Lalu sambil membawa truk mainan kesayangannya, yang selalu ia bawa bahkan saat tidur malam, Rey menuju ke arah saya.

“Sini. Cuci kaki dulu, cuci muka. Bersihin. Lalu masuk kamar sama Bunda,” kata saya sambil menggandeng tangannya ke kamar mandi.

Setelah selesai, Rey saya bawa ke kamar. Ini sudah waktunya ia tidur siang. Anak seusia Raihan memang sebaiknya rutin tidur siang. Saya baca dari sebuah artikel, menurut penelitian yang dilakukan Medical School Harvard University menunjukkan  anak yang rutin tidur siang memiliki pertumbuhan tubuh yang lebih optimal.

Selain itu tidur siang juga baik untuk pertumbuhan otak balita. Manfaat lainnya, dengan tidur siang anak juga lebih bahagia dan bisa beristirahat.

Pokoknya banyak deh manfaat tidur siang untuk anak. Hehehe.

Saya gendong Rey dan menaruhnya dikasur. Tentu saja sambil membawa truk kesayangannya. Saya tidurkan. Saya usap kepalanya dengan lembut.

Ma, ada beberapa hal yang saya lakukan agar anak terbiasa tidur siang.

Pertama, saya sendiri juga ikut tidur bersamanya. Ini penting dilakukan oleh setiap Mama, jangan sampai anak kita suruh tidur, eh Mamanya malah keliatan siap-siap mau pergi. Hal itu akan membuat anak berpikir bahwa menyuruh anak tidur adalah cara agar Mama bisa pergi meninggalkannya.

Kedua, kamar sudah saya buat senyaman mungkin. Saya bersihkan dari pakaian yang kadang menumpuk. Mainan-mainan Rey yang ada pun sudah saya rapikan, termasuk buku-buku cerita anak. Tidak ada televisi di kamar. Hape juga sementara saya matikan.

Ketiga, saya bacakan buku cerita. Sebelumnya saya tanya dulu, “Rey mau dibacain cerita dulu?” Biasanya ia akan mengangguk. Dan langsung mengambil buku cerita sambil ia lihat gambar-gambarnya yang berwarna-warni.

Anak bisa jadi ngeyel. Ia akan turun dari kasur dan bertingkah.

Menghadapi hal itu Mama harus tetap bersabar. Dengan tenang dan lembut tetap meminta anak untuk tidur. Katakan padanya, Mau istirahat siang sekarang atau 5 menit lagi, Nak?” Sebisa mungkin jangan gunakan kata “tidur.” Dengan begitu anak akan merasa tidak dipaksa untuk tidur.

Nah, entah kenapa siang itu semua jurus saya tidak berhasil. Rey masih saja melek. Wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Ia masih saja asyik dengan truk mainannya. Ia mainkan di atas kasur.

Beberapa kali Rey turun dari kasur hanya untuk mengambil mobil atau pesawat. Setelah itu ia mainkan semuanya.

Malah saya yang jadinya ngantuk menemani tingkah Rey. Melihat itu saya lantas berkata padanya, “Rey, Bunda mau bobo dulu ya, jangan dibangunin.”

Loh, ternyata Raihan nurut. Jadinya saya yang tidur dijagain anak. Hehehe. Sewaktu saya terbangun ia masih saja di atas kasur. Utak atik mainan-mainannya.

Ternyata memang tak perlu memaksa balita harus tidur siang. Bukan karena terlalu asyik bermain, bisa jadi ia memang tidak perlu tidur siang saat itu. Yang penting anak punya waktu istirahat yang cukup. 

Nah, esok hari semoga Rey tidak lagi menjaga Mamanya yang ketiduran.

Punya pengalaman serupa, Ma?

.

.

Oleh: Ana Rosdiana, asal Banyuwangi Mamanya Raihan.

Comments

Redaksi Tutur Mama

Persmebahan dari redaksi untuk para orang tua dimana saja. Dan kapan saja.
Close Menu