Mengapa Orang Tua Mudah Berteriak Pada Anak?

0
124

Si kecil yang usianya baru menginjak satu tahun lebih sedikit mulai tampak usil. Ia mulai suka menjelajah isi rumah. Melihat ada almari kecil, ia buka. Ada tumpukan baju, ia penasaran.

“Loh, ini kan bajuku yang sering aku pakai? Hemm.. pengen liat ah,” begitu mungkin pikiran si kecil.

Ia lalu ambil satu baju. Di lihatin terus. Diperhatikan. Bosan, ia taruh di lantai. Ia ambil lagi. Kali ini yang warna merah. Warna kesukaanya. Ia tampak tertawa. Tak seberapa lama kembali ia taruh baju itu di lantai. Begitu seterusnya. Sampai tumpukan baju yang tadinya rapi menjadi acak-acakan.

Melihat hal itu, Mama yang baru kembali dari dapur; kaget. “Adeeekkk…!!! Jangan diberantakin bajunya…!!” teriak Mama.

Si kecil kaget. Mendongak kepada Mamanya. Selang tak berapa lama; ia menangis.

Maksud hati ingin mengingatkan anak, dengan berteriak malah menambah persoalan. Hadeuh.

Kejadian ini mungkin sering kita dapati ya Ma? ^_^

Bener gak..?

Kenapa ya orang tua mudah berteriak pada anak?

Saat anak lari-lari, kita teriaki anak, “jangan lari-lari. Berbahaya!!”

Saat anak utak atik sesuatu, kita teriaki anak, “jangan nakal!! Taruh lagi barangnya!”

Begitu mudahnya kita berteriak pada anak. Padahal teriakan itu terbukti juga tidak efektif untuk mengatur tingkah laku anak, apalagi bila usia anak masih dibawah tiga-lima tahun.

Mengapa orang tua cenderung untuk berteriak pada anak? “Karena kita merasa tidak didengarkan,” kata Eileen Kennedy-Moore, PhD, salah satu penulis “Smart Parenting for Smart Kids”. Kunci untuk mengurangi volume suara adalah menyadari bahwa semakin kita berteriak untuk didengarkan, semakin jarang anak-anak mau mendengarkan.

Berteriak pada anak tak akan menyelesaikan masalah. Pertama, karena anak tidak paham apa yang orang tua maksudkan saat ia berteriak. Anak malah kaget dan takut.

Kedua, berteriak hanya menambah persoalan, orang tua yang tadinya gak emosi dengan berteriak malah jadi emosi berlebihan. Malah jadi marah-marah dan membentak anak. Dan perlu diketahui ya, Ma, membentak anak balita bisa mengganggu tumbuh kembangnya lho.

Ketiga, apa gunanya sih berteriak pada anak? Bukankah itu cuma makin nambah capek kita saja kan Ma? Betul gak?

Nah, sebenarnya ada cara efektif agar kita sebagai orang tua tidak mudah berteriak pada anak lho, Ma. Cara ini sangatlah mudah, tanpa biaya, dan sangat bisa diterapkan dalam situasi dan kondisi apa pun. Bahkan tidak hanya untuk anak, untuk orang dewasa juga bisa lho.

Bagaimana caranya? Gampang aja, Ma. Caranya adalah; MENDEKATLAH pada anak.

Ya, mungkin jarak Mama dan si kecil terlalu jauh sehingga Mama harus berteriak. Nah, Mama hanya perlu mendekat pada anak. Dekatilah ia dan sampaikan dengan volume suara pelan dan tegas. Insya Allah saat Mama mendekat begitu, suara Mama akan lebih didengar anak.

Saat berteriak sebenarnya hati kita jauh. Maka dekatkanlah hati kita, pada anak. Dekati anak adalah cara yang amat sangat efektif agar kita tak mudah berteriak pada anak, Ma.

Bagaimana? Silahkan Mama coba sendiri yaa… ^_^

.

.

Oleh: Mama Rini, Asal Jogja.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here