Panik Bapak Sakit, Untung Masih Ada Obat Herbal

Published by Riski Diannita on

Tuturmama – Duduk di teras depan rumah, angin semilir menepis wajah. Pikiranku melayang pada peristiwa beberapa bulan lalu. Yakni saat bapak tiba-tiba masuk rumah sakit, menggemparkan seluruh keluarga. Beruntung sekali kala itu ada obat herbal andalan kami semua.

Peristiwa bermula ketika Hari Raya Idul Fitri tiba pada tahun 2022. Lebaran hari pertama, anakku yang berumur 22 bulan lebih rewel dari biasanya. Aku mengira mungkin dia kelelahan karena acara anjangsana ke rumah para saudara.

Belum lagi dia kaget dan ketakutan dengan suara petasan. Hingga acara saling berkunjung selesai pada malam hari, aku mengganti baju dan diapernya. Rupanya di bagian tubuh, tangan, kaki, dan terutama selangkangan putri kecilku terdapat bentol-bentol merah yang meradang. Aku sangat terkejut dan bingung karena tidak tau obat herbal untuk itu.

Padahal dia tidak berganti merek diaper. Apa yang terjadi? Malam itulah si kecil rewel dan menangis sehingga tidak tidur hampir semalaman. Dini hari dia mulai bisa tidur sebentar tapi terbangun lagi karena sepertinya merasa gatal.

Lebaran hari kedua, suami membatalkan rencana bersilaturahmi ke rumah para rekan kerjanya. Tentu suamiku tidak tega melihat anaknya terserang gatal-gatal. Orang Jawa menyebutnya suleten. Untuk sementara waktu aku menggunakan salep dan sabun gatal khusus bayi di rumah meski tidak lebih manjur dari obat herbal.

Aku tidak berani memberikan obat-obatan sembarangan untuk anak seusianya. Apalagi kondisi masih hari raya membuat apotek dan praktik dokter masih tutup. Aku dan suamiku mencari informasi untuk anakku berobat. Syukurlah pada Lebaran hari ketiga ternyata puskesmas faskes BPJS kami sudah buka. Segeralah kami membawa si kecil berobat ke puskesmas.

Baca Juga: 9 Rempah Asli Indonesia dan Khasiatnya

Dokter jaga yang memeriksa anakku menduga bentol dan gatal tersebut akibat kutu yang menular. Kemungkinan besar anakku tertular dari saudara seusianya yang sedang mudik ke rumah sang nenek di sebelah rumah kami. Aku sungguh lega setelah si kecil memperoleh obat salep dan sirup untuk diminum.

Kami menuju rumah orang tuaku di daerah kota. Kami setiap harinya tinggal di rumah mertuaku di daerah kabupaten karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena di sana obat herbal mudah untuk kami dapatkan.

Sesampainya di rumahku, Ibu memberitahu ternyata Bapak sakit. Hatiku belum jadi lega sepenuhnya. Baru saja anakku berobat, ternyata bapakku pun sedang sakit. Kata Ibu, Bapak kelelahan bersih-bersih rumah sebelum hari raya. Sejak kemarin sore beliau mengeluh tidak enak badan kemudian tidur tanpa mau bangun sampai pagi.

Kebiasaan Bapak memang begitu saat sakit hanya tidur saja. Tidak mengutamakan makan dan minum obat terlebih dahulu. Mungkin memang beliau hanya perlu banyak istirahat. Namun, justru membuat kami khawatir jika tidak mau bangun dari tempat tidur sama sekali.

Siang harinya, kakak sepupuku—Mbak—datang bersama suami dan anaknya bersilaturahmi membawa mobil ke rumahku.

“Om sedang sakit. Coba tengok beliau di kamar,” kata Ibu kepada Mbak.

Entah kebetulan atau memang sudah ketentuan Allah, saat Mbak menjenguk itulah Bapak terbangun. Anehnya, pandangan beliau kosong dan ketika diajak berkomunikasi, tidak ada respons. Beliau bangun dan berjalan menuju kamar mandi, beralih ke dapur, kemudian duduk seperti tanpa tujuan. Saat ditanya pun beliau tidak mau menjawab sepatah kata pun.

“Bagaimana ini? Kenapa Bapak seperti ini? Seperti orang linglung dan tidak sadar,” ucap Ibu resah.

Aku juga kebingungan dan segera memanggil suamiku. Mbak dan suamiku terus mencoba berbicara menyadarkan Bapak. Sedangkan Ibu segera meminta adik kandungku mendatangi dokter praktik terdekat. Tidak berapa lama adik laki-lakiku itu kembali membawa pesan dokter agar segera membawa Bapak ke IGD rumah sakit.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Herbal untuk Meredakan Gejala Asma

Maka, ia membawa Bapak ke rumah sakit menggunakan mobil milik Mbak bersama Ibu, Adik, dan suamiku. Sedangkan aku harus menjaga anakku yang sedang tidur siang di rumah. Sempat terpikir untuk memberikan obat herbal, namun sepertinya tidak memungkinkan.

Di tengah proses pemeriksaan Bapak dan menunggu untuk memasuki kamar rawat inap, suamiku menelepon adiknya—adik iparku seorang perempuan. Dia segera menuju rumahku bersama anaknya dan meninggalkan acara silaturahmi di rumah temannya.

Menjelang sore hari, anakku dibawa pulang ke rumah mertua oleh adik ipar dan keponakanku itu. Di sana banyak saudara yang bisa dititipi si kecil. Berbeda dengan di rumahku sendiri yang sepi, cukup jauh dari rumah saudara serta tidak ada tetangga karena terletak di tepi jalan raya, bukan di dalam perkampungan.

Dengan terpaksa, aku menitipkan anakku kepada saudara dari pihak suami. Padahal putriku pun baru sembuh dari gatal-gatal. Aku dan suamiku setiap hari pergi-pulang untuk menjaga Bapak di rumah sakit selama tiga hari. Diagnosis awalnya beliau mengalami tekanan darah tinggi tapi berangsur-angsur normal.

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf tidak menunjukkan adanya penyakit serius. Beliau hanya kelelahan hebat sehingga lemas. Karena tidak memperoleh asupan makanan dan minuman, beliau dehidrasi sampai hilang kesadaran dan kesulitan buang air kecil. Ketika Ibu melapor bahwa Bapak mengeluh sakit perut saat ingin pipis, perawat menyarankan Bapak dipasang kateter.

Kami berusaha memotivasi Bapak untuk lebih banyak minum air putih walaupun tubuhnya masih lemah. Setelah warna dan volume buang air kecilnya normal, kateter boleh dilepas dan beliau diizinkan pulang ke rumah.
Inilah pengalaman pertamaku menjaga anggota keluarga yang sakit. Selama ini alhamdulillah kami sehat.

Baca Juga: Manfaat Kunyit untuk Atasi Maag

Kalaupun sakit, tidak sampai masuk rawat inap di rumah sakit, hanya rawat jalan. Para saudara dan kerabat Bapak pun terkejut dan heran mendengar ketika aku mengabari Bapak opname. Seorang kakak sepupu—Mas—yang menjenguk bercerita bahwa terakhir kali Bapak masuk rumah sakit akibat sakit tifus.

Sakit itu sudah ada sejak beliau masih bujang sekitar 40-an tahun lalu karena sekarang umur beliau 65 tahun. Berbeda dengan Pakdeku—kakak Bapak—yang sering masuk-keluar rumah sakit sebab mempunyai penyakit diabetes dan darah tinggi.

Ada beberapa pelajaran yang bisa aku petik dari peristiwa ini. Pertama, harus tetap tenang, jangan panik. Siapkan segala keperluan sebelum berangkat ke rumah sakit seperti uang secukupnya, kartu identitas, dan asuransi kesehatan yang dimiliki.

Untungnya Ibu lebih sigap, tidak seperti Adik yang masih muda justru kelabakan dan dompetnya ketinggalan. Dalam kasus Bapak yang tidak mengikuti BPJS mandiri, syukurlah bantuan JKN KIS yang didapatkan secara gratis dari pemerintah daerah kota dapat digunakan. Suamiku yang mengurus semua karena dia lebih berpengalaman dengan rumah sakit.

Bapak mertuaku pernah operasi hernia dan ibu mertuaku pernah operasi tulang kaki. Bukan berarti ingin masuk rumah sakit tapi pengalaman memang mengajarkan segalanya. Berbeda dengan Ibu dan Adik yang sempat menangis sesenggukan melihat Bapak tidak berdaya saat menjalani pemeriksaan karena belum pernah mengalami. Suamiku berpesan agar kami yang menjaga orang sakit tidak boleh sedih. Kami harus tegar dan semangat.

Kedua, harus fit saat menjaga anggota keluarga yang sakit di rumah sakit. Bagaimana jadinya bila yang menjaga juga ikut sakit? Kami tetap makan teratur dan istirahat cukup. Usahakan tidur walaupun memang sulit karena tidak ada tempat nyaman dan redamlah rasa khawatir yang berlebihan.

Aku sebagai ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun tidak bisa ikut menjaga di rumah sakit saat malam hari. Aku di rumah sakit hanya pagi sampai sore untuk bergantian agar Ibu dan Adik bisa pulang sebentar. Menjelang malam, aku dan suami pulang demi menjaga anak walaupun di rumah aku tidak bisa tidur nyenyak.

Syukurlah saat itu kondisi Ibu dan Adik tetap fit serta sehat untuk menjaga Bapak selama tiga hari di rumah sakit.

Baca Juga: Ayah Selalu Menyimpan Sampah, Ternyata Obat Herbal untuk Kanker Usus

Ketiga, tetap menghibur diri dan bersosialisasi dengan orang lain, misalnya tetangga di kamar rawat inap. Ibu dan Adik jadi memiliki teman mengobrol karena ada pasien lain beserta istrinya yang menempati satu kamar dengan Bapak.

Mereka jadi tidak terlampau stres karena bisa saling berbicara, berbagi cerita, bergurau, dan mencurahkan isi hati walaupun baru kenal akibat bertemu di rumah sakit. Persamaan nasib merawat orang sakit membuat kami bisa saling memahami.

Keempat, terus berdoa dan berpikir positif. Berikan dukungan spiritual dan tularkan motivasi agar si sakit bersemangat untuk cepat sembuh. Ingatkan juga untuk sabar menjalani setiap perawatan yang diberikan oleh dokter dan perawat.

Percayakan kepada mereka sebagai ahlinya. Karakter Bapak yang kurang yakin dengan pengobatan medis membuat beliau tidak betah di rumah sakit dan ingin cepat pulang setelah sadar penuh. Bapak lebih suka dengan obat herbal dan alami daripada obat-obatan kimia.

Ternyata selama bulan Ramadan, usaha beliau agak sepi sehingga tidak memiliki bujet untuk membeli suplemen herbal yang bertujuan menjaga daya tahan tubuh pada usia lanjut. Karena itulah, beliau ambruk kelelahan hingga dilarikan ke rumah sakit.

Semua ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Aku sangat berterima kasih kepada suami, saudara, dan siapa pun yang telah membantu. Sekarang kami sedang sehat tanpa kekurangan suatu apa pun. Semoga selalu sehat untuk orang tuaku, suamiku, anakku, saudaraku, dan seluruh keluargaku dengan tanaman obat keluarga dan segudang manfaatnya.

Sumber Gambar: freepik.com

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video