Perbedaan Tahun Baru Antara Mama Muda Dengan Gadis Muda

0
361

Sudah tahun baru lagi. Sekarang sudah resmi secara sah dan meyakinkan bahwa kita semua telah memasuki tahun 2016. Yup, angka enam di belakangnya. Angka favorit saya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, bagi saya tahun 2016 ini adalah tahun baru yang lebih istimewa.

Kalau tahun lalu saya masih sempat melewatkan perayaan tahun baru dengan pesta kembang api. Dengan menonton konser musik. Atau hanya sekadar nongkrong di Tugu Yogya, maka tahun ini saya merayakan tahun baru dengan cara yang sama sekali berbeda.

Tidak ada terompet. Tidak ada kembang api. Tidak ada obrolan-obrolan bersama teman. Tidak ada party. Tidak ada pulang dini hari. Semua begitu berbeda, karena memang setiap hal yang berlangsung di dunia ini akan selalu berbeda kan? Tidak pernah ada satu pun yang sama persis.

Nah, setidaknya ada beberapa hal yang membuat tahun 2016 ini berbeda dengan tahun 2015 lalu.

1. Beda status, dulu Gadis Muda sekarang Mama Muda

Kalau tahun 2015 status saya masih gadis muda, nah, di tahun 2016 ini status saya sudah berubah. Status di KTP telah berganti dari ‘belum kawin’ menjadi ‘kawin.’ Dan ditambah lagi dengan lahirnya Arjuna, anak saya yang baru berusia 7 bulan, maka saya resmi menyandang Mama Muda, bukan lagi Gadis Muda.

2. Dulu senang dengar bunyi petasan kembang api dan terompet, sekarang…

Kalau tahun lalu, begitu jam menunjukkan pukul 23.59, saya masih menanti pecahnya suara kembang api. Begitu ada bunyi ciuuttt…… duaaarrrrrrr….. Rasanya gembira. Eh, tahun ini saya malah kuatir. Ya, kuatir bila suara petasan dan kembang api tiba-tiba mengagetkan anak saya yang sedang tertidur lelap.

Kalau tahun lalu, dengan riang gembira meniup terompet.. toot.. teeet.. toot. Tahun ini suara terompet sudah tergantikan dengan “oeek.. ooeekk,..” Kalau tahun lalu senang sembari sorak-sorak bergembira melihat pesta kembang api, tahun ini cukup di kamar sambil mendendangkan lagu lirih pengantar tidur buah hati.

3. Beratnya ninggalin rumah

Kata orang, “senakal-nakalnya seseorang pasti akan tobat juga bila sudah punya anak.” Hehehe.. Benarkah demikian? Yah, masing-masing dari kita mungkin akan punya jawaban yang berbeda-beda. Namun saya merasakan betul bahwa kehadiran Arjuna mampu mengubah kehidupan saya.

Yang dulu sukanya nge-mall, nge-malam mingguan, akhir-akhir ini jadi berkurang drastis. Dulu dengan gampang aja main lama-lama di luar, namun sekarang rasanya berat untuk pergi. Bagaimana mau nge-mall lama-lama, lha wong ditinggal 10 menit saja Arjuna sudah rewel. Entah karena dia lapar atau karena merasa kurang nyaman tidurnya.

4. Tahun baru tidak ada lagi baju baru, adanya baju anak

Setiap pergantian tahun rugi dong bila tidak disertai dengan pergantian fashion terbatu. Yang dulu suka beli baju, aksesoris ini itu, sampai numpuk di almari. Sekarang sudah tak bisa lagi. Tetap belanja, iya, namun belanja untuk keperluan anak. Hehe..

Kadang kebablasan juga, beli baju-baju untuk anak yang sebenarnya kurang dibutuhkan. Tabiat wanita buat berbelanja. Hehe

Itulah beberapa perbedaan perayaan tahun baru yang saya alami. Maka tahun 2016 ini menjadi tahun yang berbeda. Menjadi penanda sebuah perubahan. Menjadi tonggak yang akan membuat hidup saya tak lagi hanya untuk diri sendiri.

Tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya, adalah menjalani momen-momen yang begitu berharga; membersamai tumbuh kembang anak.

Selamat tahun baru, buat para Mama Muda…..

.

.

oleh: Dewi, asal Yogya Mamanya Arjuna

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here