Sejatinya Hidup Bahagia yang Jauh dari Kerempongan adalah Bersama Suami

Sejatinya Hidup Bahagia yang Jauh dari Kerempongan adalah Bersama Suami

Bagiku hanya ada anak di dalam rumah tanpa suami tidaklah cukup, begitupun sebaliknya, tidak ada anak dalam rumah tangga juga terasa tidak sempurna, bagaikan istana tanpa mahkota. Kelengkapan dalam rumah tangga hanya bisa di ukur dari sejauh mana kita bisa membangun sebuah istana lebih sempurna bersam keluarga.

Ayah menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga, mendidik anak, menjadi tempat bersandar istri dan menjadi imam dalam segala hal. Adapun istri menjadi sandaran suami ketika letih, mengurus rumah, mendidik anak, dan menjadi tempat yang nyaman buat anak dan suami.

Betapa sempurnanya hidup, bisa membangun rumah tangga dengan ikatan emosi yang sama. Sama-sama memperhatikan, sama-sama diperhatikan, dan sama-sama disayang. Bagi saya itu adalah surga yang saya rindukan sebelum menikah.

Saya dengan suami mempunyai satu kesamaan sejak kami menikah, yaitu selalu rindu rumah saat kami bekerja, karena saya bekerja di tempat yang berbeda, dia bekerja di Kominfo, dan saya sendiri adalah guru SMA.

Kejadian itu seringkali terjadi hingga hari ini. Alasan yang sederhana kenapa kita saling merindu rumah tidak lain adalah karena saya mempunyai kebiasaan yang sederhana pula, hanya sebatas mencium kening dengan mesra sebelum melangkah membuka pintu rumah.

Dengan kalimat serta ucapan yang sama semenjak menikah, “I Love You Mama.” Hanya ucapan seperti itu ciuman mesra dan kalimat cinta bagaikam menusuk hati yang dalam, menyimpan rindu yang dalam, bahwa kami bagaikan perangko yang tidak bisa lepas walaupun hanya sesaat.

Dalam hidup, kami tidak punya motivasi apapun, selain kalimat yang menempel di pojok laptopku yang selalu kutulis setiap hari, “I Love You Papa.” Dengan begitu aku bisa lancar bekerja, dan mempunyai semangat yang luar biasa. Begitulah cara aku mencintai suami, dan sebaliknya itulah cara suami mencintai aku, istrinya serta mencintai anak-anaknya.

Ini terkadang hanya sebatas kalimat sederhana, tapi banyak bunda yang tidak percaya dengan kekuatan cinta itu. Bahkan teman kerjaku ada yang lebih unik dariku, ia memajang foto pengantin di bangku kerjanya, ada yang di layar laptopnya, bukan apa-apa..begitulah cara setiap orang untuk bisa bahagia bersama keluarganya.

Dengan kebiasaan seperti itu, kebahagian keluarga lebih banyak daripada pertikaian, saya tidak mengatakan hidup berkeluarga terlepas dari masalah keluarga yang berujung pada cekcok mulut. Tapi setidaknya perekat yang hebat adalah kebiasaan yang sederhana, seperti mengatakan “ aku cinta kamu ma/pa.”

Hal dahsyat lainya yang saya dapat dari kebiasaan suamiku dalam mendidik keluarga kami adalah cara bekerjasama. Suami selalu berpandangan bahwa persoalan keluarga bukan hanya persoalan suami, akan tetapi persoalan bersama. Jujur kalau persoalan memasak, suamiku lebih jago daripada aku, tapi biar bagaimanapun, ia selalu memuji masakan aku, dalam hal menjaga kebersihan, suamiku orang yang paling pintar menjaganya, jika bersih-bersih rumah dirasakan kurang bersih, maka suamiku tidak pernah marah, tapi dia langsung ambil pembersih dan segera membantuku.

Ini luar biasa, saya bangga menjadi istri dari lelaki yang bijaksana serta bertanggungjawab pada keluarganya. Ia tidak akan segan menegur jika aku memang salah, bahkan dirinya selalu mengakui jika ia bersalah, hingga terkadang membuat aku menangis karena luka.

Ia tidak hanya pandai membuat aku jatuh cinta, ia tidak hanya pandai ikut serta dalam kesibukan seorang istri di dalam rumah tangga, tapi ia juga orang yang paling bisa membuat anak-anaknya mencintai sepenuh jiwa.

Bagi saya kerempongan keluarga bisa terjadi bukan sebab banyaknya pekerjaan maupun tanggungan keluarga yang menimpanya, melainkan karena kurangnya kesadaran saling mencintai dan memberikan kepercayaan satu sama lainnya.

Dan lihat saja anak saya, Adi Darma, menjadi anak yang tumbuh sebagai anak yang kuat seperti ayahnya, lembut hatinya mewarisi cinta kasih ibunya serta tidak sombong, hal itu bisa dilihat dari prestasi yang dia raih di sekolahnya dan pujian dari tetangga rumah.

Rahasia cinta aku bersama suami pada anak kami, Adi Darma, karena kami tahu suplemen yang baik dan sehat pada dirinya adalah Madu Anak, dan Susu coklat kambing kesukaannya. Dengan dua menu sehat itu, saya dan suami saya merasa perjuangan kami tidak sia-sia.

Kami hebat, sebab kami memberikan pendidikan maupun konsumi yang tepat pada anak. semoga anak-anak bunda juga bisa hebat dengan tepat, Amin !!

Comments