Sekadar Memberi Mainan Tak Jamin Anak Jadi Ceria Lho..

0
86
Pengen gak sih Ma, kalau si kecil gak rewel mulu? Si kecil tumbuh sehat dan ceria. Gak gampang nangis. Gak gampang ngambek dan marah-marah juga.
 
Pastinya iya dong..Setuju kan Ma..?
 
Seringkali dihadapi oleh seorang Mama adalah kesulitan menebak emosi anaknya yang masih berusia batita. Terkadang Mama tidak tahu bagaimana cara membuat anak ceria dan tidak rewel. Udah dibelikan mainan, eh si kecil malah lempar mainannya. Masih aja si kecil suka ngamuk dan nangis.
 
Ma, menurut Edward Hallowell, seorang penulis buku The Childhood Roots of Adult Happines mengatakan bahwa anak yang ceria bukan disebabkan oleh banyaknya barang yang diberikan padanya. Anak ceria datang dari pemahaman dan komunikasi dari orangtua.
 
Perlu digaris bawah tuh Ma, bahwa: Anak ceria datang dari pemahaman dan komunikasi dari orang tua. Ingat ini yaa…
 
Lalu Mama mesti gimana nih agar anak selalu ceria..? Apakah gak boleh membelikan anak mainan?
 
Ya, jangan gitu Ma.. membelikan mainan untuk anak itu tetap penting kok.
 
Pertama, Mama harus bisa membaca emosi yang dikeluarkan anak. Menurut pakar parenting nih ya, Ma, tanda-tanda anak senang dan ceria sangat mudah terbaca yakni mereka mengeluarkan ekspresi saat bertemu orang, senang bertanya dan mudah untuk bergaul dengan teman sebaya.
 
Lalu, bagaimana jika si kecil adalah anak yang pemalu? Ternyata Rasa malu dan marah biasanya merupakan ekspresi kesedihan. Anak yang marah bukan berarti mereka kasar tetapi mereka merasa sedih.
 
Kalau si kecil rewel dan pemalu, maka Mama harus meluangkan banyak waktu bersama si kecil ya. terutama Mama harus bisa bermain bersama anak, Bermain tidak hanya memberikan kebahagiaan pada si kecil, bermain juga dapat memberikan keterampilan motorik dan fisik untuknya.
 
Mama juga bisa melibatkannya pada sebuah kegiatan di rumah yang membuatnya merasa memiliki keterampilan baru. Misalnya membantu Mama memasak. Hal ini akan membuat ada rasa bangga pada dirinya dan ia akan selalu ceria jika melakukan hal tersebut.
 
Kedua, Mama juga harus memperhatikan kebiasaan tidur yang cukup bagi si kecil, olahraga, dan juga pola makan yang sehat. Ingat kan Ma? Bahwa lapar bisa membuat orang jadi rese. Hihihi.
 
Ketiga, yang juga harus diperhatikan oleh Mama, bahwa anak ceria bukan berarti si kecil tidak marah, kecewa, atau gak nangis. Bukan gitu lho. Si kecil tetap harus melewati fase untuk merasa sulit. Ia harus dibelajarkan juga cara mengontrol amarahnya. Misalnya saat anak belajar naik sepeda. Ia juga harus merasakan jatuh atau takut. Pengalaman ini yang akan membuat si kecil jadi jauh lebih kuat dan tidak pantang menyerah saat ia tumbuh dewasa.
 
Begitu, Ma..
 
Nah, intinya adalah membuat anak selalu ceria itu sangat dipengaruhi oleh Mama dan Papanya. Bagaimana Mama dan Papa menerapkan pola asuh yang tepat agar anak ceria, tidak semata membelikannya mainan. Tapi juga meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.
.
.
Oleh: Mama Rini, asal Jogja

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here