Suamiku Naik Jabatan, Tapi Pulang Membawa Selingkuhan

Published by Fikriyatul Islami Mujahidah on

Tuturmama – Sebuah pesan singkat terpampang jelas di layar ponsel, sebuah pesan ancaman. Bukan dari pembunuh berantai atau mafia gelap, tapi dari selingkuhan suamiku. Satu hal yang sama sekali tidak terduga sebelumnya.

“Suami mbak sudah nggak sayang sama mbak, dia sayangnya sama aku.”

Begitu isi pesan menyakitkan dari perempuan yang kuketahui memang selingkuhan suamiku itu.

“Ibu sama bapak (mertuaku) juga nggak suka sama mbak, mereka cerita ke aku, lebih baik punya menantu sepertiku. Sudahlah mbak, menyerah aja, cerai, biarkan mas bahagia menikah denganku, daripada menderita sama mbak.”

Tanganku bergetar membaca pesan itu, air mata menetes tak terbendung. Sesak dan sakit sekali, kupukul dadaku sendiri cukup keras, berusaha menghilangkan rasa sakit yang ada.

Tujuh tahun pernikahan rupanya bukan jaminan rumah tangga kami akan terus bertahan. Setahun belakangan suamiku naik jabatan, pendapatannya yang semula pas-pasan kini berubah membawaku dan anak-anak menjadi serba berkecukupan.

Kukira semesta memang tengah melimpahkan berjuta karunia dengan segala kebahagiaan itu, namun ternyata hidup memang tak selamanya indah. Pada awal Januari 2020 silam, suamiku ketahuan bermain api dengan bawahannya di kantor.

Baca Juga: Cinta Lama Bersemi Kembali, Suamiku Poligami Janda Anak Dua

Berselang kemudian, pada Mei 2020 suami dan selingkuhannya itu bahkan kuketahui telah tidur bersama. Suamiku menghabiskan malam yang seharusnya hanya untukku, justru dengan perempuan lain.

Hatiku hancur berkeping, sakit dan perih sekali rasanya. Kutatap nanar 2 orang putra buah cintaku dan suami. Si sulung yang baru berusia 6 tahun dan si bungsu yang baru masuk 1 tahun, mereka tidak tahu apa-apa, masih sangat kecil. Namun kenyataan justru akan memberikan luka pada keduanya.

Harta dan jabatan yang Tuhan berikan kepada keluarga kami, kukira adalah anugerah terindah. Sayang sekali, justru berkat harta dan jabatan itu keluargaku porak poranda. Suamiku bahkan lebih memilih membela selingkuhannya ketimbang aku, istri sahnya.

“Kita cerai saja!”

Begitu ucap suamiku, masih terngiang jelas memenuhi setiap aliran darah dalam kepala. Dengan kasar terlontar kalimat yang sama sekali tak kubayangkan sebelumnya. Mas Dimas bahkan tidak memikirkan bagaimana nasib kedua putranya tanpa sosok seorang ayah, ia hanya mengutamakan selingkuhan barunya.

Seperti buta oleh cinta yang hanya sesaat itu, Mas Dimas tidak lagi pulang bahkan untuk sekedar menjenguk dua putranya. Ia benar-benar lupa, mengabaikan kami seolah tak pernah ada di muka bumi.

Bagai Jatuh Tertimpa Tangga

Selayaknya istri sah, sesekali aku berharap Mas Dimas mau kembali dan meninggalkan selingkuhannya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Mas Dimas dengan tega menggugat cerai bahkan berencana menikah dengan perempuan itu.

Remuk redam hati tak bertulang ini, mataku berkunang-kunang, dadaku sesak. Sosok pria yang kucintai dan mengaku mencintaiku itu, justru menjadi penoreh luka terdalam. Seketika tujuan hidupku sirna, kaki ini bahkan serasa tak lagi menapak di bumi.

Hari-hari proses sidang perceraian terpaksa harus aku lalui, tak peduli seberat apapun itu. Mas Dimas ngotot ingin cerai, ia rela menghancurkan pernikahan kami demi membina istana baru dengan selingkuhannya.

Proses perceraian yang begitu rumit, memakan biaya serta waktu, membuatku lalai menjaga keluarga. Ayah pergi meninggalkanku di tengah seluruh kejadian menyesakkan ini. Kesehatannya menurun drastis hingga tak dapat lagi mendapat penanganan dokter.

Baca Juga: Kisah Sedihku Menikah karena Perjodohan Orangtua

Kini lengkap sudah penderitaan yang menimpaku, bagai jatuh tertimpa tangga, aku merasa sangat menderita. Sesekali di malam gelap yang penuh sesak oleh tangisan dan duka, aku ingin mati bersama ayah, tak tahan lagi menghadapi kenyataan.

Namun saat kulihat dua putraku tertidur pulas, kembali aku menguatkan diri. Mereka membutuhkanku, anak-anak itu, mereka masih perlu pendampingan seorang ibu. Bagaimana nasib mereka jika aku justru menyerah dan memilih pergi?

Aku mengepalkan jemari, kembali membulatkan tekad untuk terus bertahan, hanya demi anak-anak tercinta. Kelak jika kalian sudah besar, ingatlah betapa Mama menyayangi kalian.

Sebanyak 5 kali sidang perceraian tidak membuahkan hasil, meja hijau selalu penuh debat tanpa jalan keluar. Aku berdiri di sana karena mertua justru membela suami dan selingkuhan suami, entah apa salahku.

Sendirian, itulah yang kurasakan. Tak ada yang membelaku, tak ada yang mendampingi. Bahkan ayah yang teramat kucintai pun telah pergi ke dunia yang berbeda. Aku juga harus menanggung sendiri biaya kedua putraku, juga sisa cicilan rumah.

Hal paling berat adalah saat aku membayangkan anak-anak harus tahu cara menghadapi perceraian orang tua dan menghadapi dampak perceraian. Berat, sangat berat sekali kujalani hari demi hari. Apakah ini titik terendah hidupku? Mungkinkah akan ada cahaya setelah ini semua berlalu?

Titik Terang Tiba, Ajakan Rujuk

Hari-hari berat yang kulalui pada akhirnya pun menemui ujung. Tuhan mendengar doa-doaku dan anak-anak, mendengar rintih penderitaan dan kesakitan kami. Kegelapan yang meyelimuti hati dan mata Mas Dimas akhirnya lenyap.

Aku ingat sekali, hari itu mentari tetap bersinar terang meski kehidupanku dan anak-anak selalu mendung. Seperti mentari yang dirindukan, Mas Dimas bertandang ke rumah kami, lengkap dengan koper dan wajah penuh penyesalan.

“Dek, aku mau rujuk.”

Satu kata itu membuatku membeku di depan pintu. Tidak tahu harus apa, bahkan tidak tahu apa yang aku rasakan. Apakah itu perasaan senang? Terharu? Marah? Rindu? Bersyukur? Kecewa? Atau apa itu, aku tidak tahu. Hatiku penuh sesak oleh berbagai rasa tak terdefinisikan.

“Dek, selama ini mas sudah buta, mas salah, mas ingin rujuk, kembali sama kamu dan anak-anak.”

Kalimat kedua, lebih panjang dan jelas. Setetes air bening mengalir di pipiku, menatap lurus ke pupil mata Mas Dimas yang juga berkaca-kaca. Selingan wajah selingkuhan Mas Dimas berkelabat, bagaimana sekarang?

Baca Juga: Telur Mata Sapi dan Capernya Si Kecil

“Dik, maafkan mas.”

Kalimat ketiga, telak tak tertolak mengenai jantung hatiku. Rasa cinta yang mendalam dariku untuk suami seketika pecah membumbung ke udara bersamaan dengan rindu.

Mas Dimas memberikan pelukan yang tidak bisa kutolak. Air mata kami beradu dalam sendu, terisak-isak menumpahkan rindu dan segudang penyesalan. Anak-anak yang sedari tadi mengintip dari balik tirai pun memilih keluar, bergabung dalam satu pelukan yang selalu kami nantikan.

Aku Memaafkan tapi Hatiku Tidak Melupakan

Hari-hari bahagia keluarga kami telah kembali seperti semula. Suami yang baik, rumah yang nyaman, dan anak-anak yang menggemaskan. Segala yang sempat hilang dari sisiku kini telah kembali. Senyuman yang dulu lenyap, kini mengembang lagi.

Keseharian kami kembali seperti semula, bahkan terasa jauh lebih baik. Mas Dimas benar-benar memenuhi janji dan penyesalannya, kini ia memperlakukanku bagai permaisuri. Kulihat suamiku itu sekuat tenaga dan sepenuh hati berusaha memperbaiki rumah tangga kami yang sempat hancur.

Namun bagiku, segalanya tak semudah itu karena memaafkan bukan berarti melupakan. Bagai cermin retak, perasaan dan kepercayaanku pada Mas Dimas tidak bisa seutuh dulu. Setiap kesempatan aku sering mencurigainya, bahkan menuduhnya.

Tak jarang aku menangis tersedu-sedu di hadapan suami, marah, kesal, atau bahkan mengamuk. Rasa sesak di dalam hatiku itu kerap muncul tanpa sebab, pun tanpa bisa kukendalikan. Bayangan-bayangan perselingkuhan masa lalu itu menghantui tanpa henti.

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku tidak ingin keluarga yang sudah susah payah kupertahankan demi anak-anak ini hancur lagi, hanya karena emosi yang tidak stabil. Aku harus apa untuk menghilangkan mimpi buruk ini? Bagaimana agar bayangan selingkuhan suamiku itu sirna?

Sumber Gambar: freepik.com

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video