Suka Duka Menjadi Anak Tunggal

Published by Carolina Maria Hendrina on

Tuturmama Banyak yang bilang bahwa menjadi anak tunggal adalah hal yang patut disyukuri, sebab anak tunggal tidak perlu berbagi kasih sayang karena semua perhatian orang tua selalu terfokus padanya. Katanya, jadi anak tunggal enak karena apa pun yang dia minta pasti dituruti, bahkan ada yang mengatakan bahwa anak tunggal cenderung manja dan tidak tahu kesulitan orang tua.

Sebenarnya, aku kurang setuju dengan asumsi-asumsi seperti itu, karena bagaimanapun aku yakin bahwa yang mengatakan asumsi seperti itu bukanlah bagian dari anak tunggal. Mereka tidak tahu bahwa ada beban tersendiri yang harus anak satu-satunya pikul, apalagi jika anak tersebut lahir dari keluarga sederhana. Beban yang mereka pikul pasti lebih banyak daripada anak lain.

Aku bisa mengatakan begitu karena aku adalah salah satu dari anak tunggal yang lahir dari keluarga sederhana. Aku hidup dan besar dengan orang tua tunggal. Ayahku sudah meninggal dan ibuku hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Mungkin, saat masih kecil menjadi anak satu-satunya sangatlah enak, apa pun keinginanku selalu ibu turuti dan aku cenderung manja.

Namun, saat usiaku menginjak kepala dua rasanya menjadi anak satu-satunya tidak semenyenangkan dulu. Ada tanggung jawab dan beban yang secara paksa harus kupikul. Tuntutan keadaan juga menambah berat beban yang harus kupikul sebagai anak satu-satunya. Hanya aku harapan ibu sekarang.

Mendidik Anak Tunggal Agar Tidak Manja dan Egois

Tuntutan Menjadi Anak Tunggal

Harus Dewasa

Keadaan memaksaku untuk bersikap lebih dewasa di usia yang masih kanak-kanak. Bagiku berpikir seperti orang dewasa di usia yang masih belia bukanlah hal yang terlalu sulit. Aku selalu berusaha memahami keadaan dan lebih cepat tanggap karena ibuku selalu mengatakan bahwa aku harus lebih dewasa daripada anak-anak lainnya.

Aku juga harus lebih paham tentang situasi keluarga. Ibu tidak ada waktu untuk mengurus tangisanku tentang mainan yang aku inginkan atau sekadar membelikan makanan kesukaanku. Ibuku tidak pelit, hanya saja ibuku melatih dan mengajarkanku bahwa tidak semua yang aku inginkan bisa aku dapatkan hanya dengan menangis.

Ibu mengajarkanku untuk turut prihatin dengan keadaan keluarga kami dan tidak terus merengek meminta ini itu. Mengingat ibuku hanyalah seorang asisten rumah tangga dengan upah yang hanya cukup untuk makan kami berdua. Belum lagi ibu adalah orang tua tunggal dengan satu anak, yaitu aku.

Tulang Punggung Keluarga

“Kelak kamu akan merasakan bagaimana sulitnya cari uang.” ucapan ibu itu terus terngiang di otakku. Dulu aku selalu berpikir bahwa ibuku mungkin saja tidak pandai mencari uang sampai dia selalu berkata seperti itu.

Aku sering berpikir bahwa jika memang ibu tidak becus mencari nafkah, bukankah ia seharusnya tidak perlu berkata begitu padaku? Lain orang maka lain juga rezeki dan kepintaran mencari nafkah, kan? Namun, sekarang aku berpikir bahwa ucapan ibu ada benarnya.

Ibu bilang begitu padaku karena aku adalah calon tulang punggung keluarga dan saat tua nanti ibuku benar-benar hanya bergantung padaku. Sampai sini kalian pasti paham bahwa tugas anak tunggal bukanlah sekadar merengek meminta uang kepada orang tua dengan mudah.

Ada banyak yang akan aku hadapi nanti. Aku akan menghadapi banyak tantangan hidup yang mungkin akan membuat mulutku mengeluarkan kalimat serupa. Kalimat yang menyatakan betapa susahnya mencari uang.

Harapan Satu-Satunya

Tidak enak rasanya menjadi anak tunggal, sebab anggota keluarga lain kerap menyorot dan mengukur apakah aku berhasil atau tidak sebagai anak satu-satunya. Mereka sering kali menilai apakah aku dapat diandalkan atau apakah aku menjadi anak yang membanggakan.

Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang saat mereka tahu bahwa aku anak tunggal. Kemudian jika aku tidak sesuai dengan ekspetasi mereka, mereka pasti mengatakan bahwa sayang sekali anak satu-satunya tidak berhasil, coba saja ibunya ada banyak anak pasti jika satu tidak berhasil akan tertutupi.

Fakta-Fakta di Balik Anak Sulung, Tengah, Bungsu, dan Tunggal

“Kerjanya hanya menulis di rumah, bagaimana bisa beli rumah untuk orang tua? Seperti tidak ada harapan. Kasihan ibumu masih mengontrak dan tidak bisa beli rumah.”

Tanteku pernah berkata seperti itu, dan tahu bagaimana perasaanku? Aku benar-benar seperti kehilangan harapan. Terkadang perkataan keluargaku sendiri membuat aku merasa bahwa aku tidak cukup baik untuk mengurus ibuku seorang diri.

Kesepian

Aku sering kali merasa kesepian karena aku adalah anak tunggal dan aku juga jarang keluar rumah. Terlebih aku tidak memiliki banyak teman, satu atau dua teman sudah membuatku merasa cukup. Jujur saja walaupun aku menyukai kesendirian, terkadang aku juga iri dengan mereka yang bisa bermain dengan teman sampai lupa waktu.

Bagiku, saat usia telah menginjak kepala dua dan masih sendiri rasanya sepi. Waktuku tersita banyak untuk bekerja dan aku merasa untuk berlibur saja rasanya sulit, apalagi untuk mencari pasangan. Aku bekerja keras hanya karena ingin membuktikan bahwa ucapan tanteku dan orang-orang salah.

Suatu saat aku akan membelikan rumah untuk ibuku dan juga membenahi seluruh ekonomi kami yang tidak stabil. Aku berharap kesepian yang aku rasakan tidak terlalu berlarut-larut hanya karena aku jarang bermain dengan teman-temanku. Semakin dewasa aku juga semakin paham ketika teman satu-persatu menghilang karena aku yang tidak bisa ikut mereka kemana-mana.

Saat ada ajakan aku selalu menolak karena berkumpul artinya mengeluarkan banyak uang. Mungkin, bagi mereka mengeluarkan lima puluh ribu bukanlah hal yang sulit, tapi tidak bagiku. Setiap sen sudah aku pikirkan untuk menabung dan membiayai ibuku kelak.

Aku menghabiskan masa mudaku dengan bekerja dan aku berharap kelak aku bisa membahagiakan ibuku dan membawanya mengunjungi tempat impiannya. Alasan itu yang membuatku tetap kuat menghadapi berbagai masalah dan tekanan dalam hidup. Meski berat, aku akan terus berusaha demi kebahagiaanku dan kebahagiaan ibuku, karena aku adalah anak tunggal yang kuat dan hebat.

Sumber Gambar: pexels.com

Menikah dengan Sesama Anak Sulung, Susah Akur?


Carolina Maria Hendrina

Terima kasih sudah berkunjung ^~^

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dhankasri hindisextube.net hot bhabi naked rebecca linares videos apacams.com www tamilsexvidoes lamalink sexindiantube.net chudi vidio sex mns indianpornsluts.com hd xnxxx shaving pussy indianbesttubeclips.com english blue sex video
savita bhabhi xvideos indianxtubes.com xxx bombay live adult tv desitubeporn.com mobikama telugu chines sex video indianpornsource.com video sex blue film sex chatroom indianpornmms.net old man xnxx aishwarya rai xxx videos bananocams.com sex hd
you tube xxx desixxxv.net xossip english stories sanchita shetty pakistaniporns.com mom sex video cfnm video greatxxxtube.com sex marathi videos mmm xxx indianpornv.com sexxxsex xvideosindia indianhardcoreporn.com ajmer sex video