Untuk Para Ibu dan Ayah, Kasih Sayang adalah Perintah dan Larangan Paling Mutakhir Untuk Anak

0
383

Tidak bisa dipungkiri, setiap orangtua selalu ingin memberikan perintah-perintah serta larangan-larangan tertentu untuk anak-anaknya. Alasannya tentu saja karena setiap dari orangtua ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, perintah-perintah yang mereka layangkan sejatinya agar si anak mendapatkan arah hidup yang baik juga larangan-larangan yang mereka tetapkan sejatinya pun agar si anak tidak melakukan hal-hal maupun aktifitas-aktifitas buruk. Tapi tahukah Anda wahai para ibu dan ayah bahwa, seringkali larangan serta perintah yang kalian terapkan secara berulang itu kadangkala bahkan seringnya hanya membuat anak tertekan karena merasa tidak memiliki kebebasan dalam menentukan kehidupannya sendiri? Dan akibatnya, si anak malah merasa kesal? Belum lagi jika anak-anak kita sudah masuk di dunia persekolahannya, apakah para orangtua bisa mengawasi, memperhatikan, apalagi memberikannya perintah dan larangan selama 24 jam penuh kepada si anak?

 

Nah, sebenarnya untuk Anda-anda para ibu serta ayah tak perlu menyimpan kekhawatiran berlebih akan kehidupan si anak, “bila” kasih sayang yang telah kalian berikan sudah baik, benar dan tepat. Mengapa demikian? Beginilah penjelasannya.

 

Kasih Sayang Tersimpan Baik di Memori Anak

Jika sedari kecil anak sudah diberikan kasih sayang dengan baik dan benar, maka kasih sayang yang didapat dari orangtua itu akan tersimpan baik di memori si anak. Sehingga dalam pengambilan setiap keputusannya kelak, si anak akan merasa terjaga bahkan terawasi ketika akan melakukan hal-hal negatif ataupun aktifitas-aktifitas buruk. Maka tumbuhlah kesadaran si anak bahwa ketika hendak melakukan hal buruk atau negatif, sejatinya ia sedang melukai dan mengecewakan kasih sayang yang telah ia dapat dari orangtuanya.

 

Kasih Sayang Bisa Menjadi Tuntunan

Tanpa perlu ucapan perintah atau larangan satu kalimat pun dari orangtuanya, si anak akan sadar dengan sendirinya bahwa dengan bekal kasih sayang yang telah didapat, cukup membuatnya tertuntun untuk melakukan hal-hal baik dan menjauhi hal-hal buruk, semata-mata karena ia memang ingin membalas budi atas apa yang telah orangtuanya berikan kepadanya. Contoh kecil, jika sejak kecil anak sudah terbiasa diajarkan buang sampah pada tempatnya, maka pada saat-saat di luar pengawasan orangtuanya dan ia menemukan sampah, ia tidak perlu lagi menunggu perintah dari orangtuanya. Sebab perintah baik itu dengan sendirinya telah menjadi tuntunan sikapnya.

 

Kasih Sayang Menangkal Kenakalan

Tentu saja, setiap larangan-larangan yang dilayangkan setiap orangtua kepada anak-anaknya semata-mata agar si anak tercegah dari prilaku-prilaku buruk. Dan biasanya prilaku-prilaku buruk itu lahir dari hati dan pikiran sang anak yang kurang halus, mudah membangkang, mudah melawan bahkan mudah menyakiti orangtua adalah beberapa sebab dari hati dan pikiran anak yang kurang halus, maka peran kasih sayanglah yang mampu mengatasi serta menangkal itu. Kasih sayang membuat hati dan pikiran si anak semakin terasah menjadi halus, hati dan pikiran yang halus bagi sang anak akan menangkal prilaku-prilaku kenakalan, sebab akan lahir sebuah kesadaran bahwa ketika ia berbuat kenakalan yang di luar batas, sejatinya ia sedang melukai dirinya sendiri serta orangtuanya. Tidak heran, jika kenakalan-kenakalan remaja yang marak terjadi, penyebab utamanya adalah karena si anak kurang kasih sayang orangtuanya.

Kasih sayang ibarat rambu-rambu lalu lintas, tanpa perlu mendengar larangan dari petugas keamanan, seorang pengendara dengan otomatis akan berhenti jika lampun menyala merah, sebab akan berbahaya bagi keselamatannya jika ia terobos, juga tanpa perlu mendengar perintah dari petugas kemanan, seorang pengendara dengan otomatis akan berjalan jika lampu menyala hijau, sebab baik untuk si pengendara untuk meneruskan perjalanannya.

Tapi pertanyaan besar dari penjelasan-penjelasan di atas adalah, sudahkah ibu dan ayah memberikan kasih sayang kepada anaknya? dengan “baik, benar dan tepat?”

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here